setelah beberapa hari baca satu buku akhirnya kelar juga. Dan supaya lebih ingat ceritanya aku iseng aja ceritakan ulang pada pengunjung blog ini tentang isi buku itu, tentunya secara ringkas aja donk.
Aku tuh abis baca novel terjemahan yang judulnya Maverick! ( Kisah seorang ibu menolak diagnosis autisme pada putranya) atau judul aslinya Maverick Mind : A Mother's story of solving the Mystery of her unreachable karya Chery L. Florence, Ph.D. Ini berangkat dari kisah nyata lho...
Novel ini menceritakan tentang kehidupan Chery yang merupakan seorang ahli pitalogi wicara dan bahasa medis pasca putra ketiganya yang bernama Whitney divonis oleh dokter sebagai seorang anak yang autis. Tentu saja vonis ini membuat chery sebagai seorang ibu sangat terpukul menerima keadaan putranya itu.
Namun chery adalah sosok ibu yang luar biasa, ia bangkit dan tidak mau terus dalam keterpurukan akibat kondisi anaknya. Iapun bangkit, seolah menabrak tembok ketika semua orang mengatakan lebih baik ia menyerah dengan keadaan karena putranya tetap saja akan seperti anak autis lainnya yang tidak akan pernah bisa belajar, ia justru memandang bahwa putranya baik2 saja dan akan bisa sepeti anak - anak yang tumbuh normal pada umumnya.
Dan dengan berbekal pengalaman dan keahlian pada profesinya iapun berusaha keras dan terus menerus untuk membuat whitney menjadi seperti anak normal lainnya. Tidak mudah memang, meski sepanjang kisah perjalanan mereka sekeluarga penuh dengan berbagai masalah. Tapi toh akhirnya chery bisa membuktikan bahwa anggapan orang terhadap whitney adalah salah besar.
kini, whitney yang dulu sewaktu bayi divonis autis oleh dokter kini adalah remaja 18 tahun yang menakjubkan, yang dulu awalnya adalah anak yang tuli, bisu dan sering tidak terkendali.
Dan lihatlah, saat inipun whitney bergabung dan bermain dalam tim futball kejuaraan negara bagian. Dan akan segera menyelesaikan tahun terakhirnya di SMA. Ia mengambil kelas kuliah pada musim panas ini, ke sekolah selama setengah hari dan di kampus setengah hari. Luar biasa bukan?!!!
Okkay, maaf kalo ceritanya kurang memuaskan karena aku belum begitu biasa menceritakan ulang dalam bentuk tulisan, lagian capek nih heheeee.....kalo mau belia aja bukunya :)
Aku tuh abis baca novel terjemahan yang judulnya Maverick! ( Kisah seorang ibu menolak diagnosis autisme pada putranya) atau judul aslinya Maverick Mind : A Mother's story of solving the Mystery of her unreachable karya Chery L. Florence, Ph.D. Ini berangkat dari kisah nyata lho...
Novel ini menceritakan tentang kehidupan Chery yang merupakan seorang ahli pitalogi wicara dan bahasa medis pasca putra ketiganya yang bernama Whitney divonis oleh dokter sebagai seorang anak yang autis. Tentu saja vonis ini membuat chery sebagai seorang ibu sangat terpukul menerima keadaan putranya itu.
Namun chery adalah sosok ibu yang luar biasa, ia bangkit dan tidak mau terus dalam keterpurukan akibat kondisi anaknya. Iapun bangkit, seolah menabrak tembok ketika semua orang mengatakan lebih baik ia menyerah dengan keadaan karena putranya tetap saja akan seperti anak autis lainnya yang tidak akan pernah bisa belajar, ia justru memandang bahwa putranya baik2 saja dan akan bisa sepeti anak - anak yang tumbuh normal pada umumnya.
Dan dengan berbekal pengalaman dan keahlian pada profesinya iapun berusaha keras dan terus menerus untuk membuat whitney menjadi seperti anak normal lainnya. Tidak mudah memang, meski sepanjang kisah perjalanan mereka sekeluarga penuh dengan berbagai masalah. Tapi toh akhirnya chery bisa membuktikan bahwa anggapan orang terhadap whitney adalah salah besar.
kini, whitney yang dulu sewaktu bayi divonis autis oleh dokter kini adalah remaja 18 tahun yang menakjubkan, yang dulu awalnya adalah anak yang tuli, bisu dan sering tidak terkendali.
Dan lihatlah, saat inipun whitney bergabung dan bermain dalam tim futball kejuaraan negara bagian. Dan akan segera menyelesaikan tahun terakhirnya di SMA. Ia mengambil kelas kuliah pada musim panas ini, ke sekolah selama setengah hari dan di kampus setengah hari. Luar biasa bukan?!!!
Okkay, maaf kalo ceritanya kurang memuaskan karena aku belum begitu biasa menceritakan ulang dalam bentuk tulisan, lagian capek nih heheeee.....kalo mau belia aja bukunya :)
Komentar
Posting Komentar