Langsung ke konten utama

Inspirasi Hari Ini : Jumat, 18 Juli 2014

Pagi tadi waktu saya lagi siap – siap ke sekolah, terdengar ada yang sedang memanggil, “Bu….ibuuuu….!” saya tahu bukan saya yang dipanggil, tapi iseng saya tengok lewat jendela yang kebetulan dekat dengan tempat saya sedang berdiri ngaca.
Ternyata, suara itu berasal dari seorang bapak yang sedang memanggil – manggil ibu di samping rumah saya. Tapi si empunya rumah gak keluar – keluar juga, “mungkin masih tidur.” Pikirku
Si bapak tampaknya masih enggan beranjak, sesekali terdengar suaranya memanggil – manggil kembali. Penasaran membuat saya kembali menyingkap tirai, pengan tau si bapak mau ngapain sih. Baru nyadar, ternyata saya kepo juga ya heheheee….
Saya lihat si bapak meletakkan karung yang dibawanya di atas bangku panjang milik si ibu. Sambil menunggu si bapak mengeluarkan isi karungnya dan menatanya. Ternyata isinya kacang panjang dan cempedak.
Saya keluar rumah dan menengok ke arah tempat parkir, dan ternyata motor si ibu yang dari tadi dipanggil – panggil tidak ada.
“Maaf pak, nyari ibu sebelah ya…?” tanya saya
“Iya, kemana ya Ibunya” jawab si bapak sambil berjalan ke arah saya
“Oh, kayaknya lagi keluar pak, soalnya motornya gak ada tuh…” jawab saya sambil menunjuk ke tempat parkir. “Kenapa pak, ibunya pesan sayur?” tanya saya sok tau.
“Ndak mbak, Cuma ibu itu kemarin nanyain cempedak, jadi mungkin saja mau beli.” Jawab si bapak
“Oooh…gitu. Iya pak. Iya tuh pak ibunya lagi gak ada…” saya kembali menegaskan sambil berpamitan masuk ke rumah.
Beberapa menit setelahnya saya lihat si bapak masih betah juga nungguin si ibu, yang belum tentu mau beli cempedaknya. Kasih pikir saya, demi menjual cempedak yang harganya tidak seberapa se bapak rela berlama – lama menunggu.
Karena kasihan saya berniat membeli kacang panjang yang dibawanya, tadi sebelum masuk si si bapak sempat menawarkan jualannya pada saya. Lumayan lah mengurangi berat bawaan si bapak, meskipun saya sebenarnya tidak begitu berminat mengingat di kulkas masih banyak persediaan sayur yang belum saya masak. Tapi gak apalah buat sedekah, apalagi ini hari jumat hari yang berkah.
Karena saya niatnya mau sedekah, jadi saya ambil uang lebih dari dompet, lalu pergi nyamperin si bapak.
“Pak kacang panjangnya berapa? “ tanya saya seraya menunjuk ke arah kacang panjang yang terlihat masih sangat segar
“ Dua ribu satu ikat, mau?” si bapak langsung menyodorkannya pada saya
“Lima ribu tiga ikat ya pak?!” saya coba menawar
“oh iya boleh, ini….” Si bapak menyerahkan tiga ikat kacang panjang pada saya. Dan langsung saya bayar dengan uang sepuluh ribu.
“Udah pak, kembaliannya gak usah” saya menahan si bapak yang ingin mencari uang kembali
Si bapak yang sempat bengong, tampak senang dan mengucap terima kasih. Saya pun masuk rumah dengan membawa tiga ikat kacang panjang. Tapi sambil jalan saya mikir, kayaknya ada yang aneh. Kalo niatnya bayar lebih untuk sedekah, nagapain juga saya tadi pake acara nawar segala. Sedekah koq nawar….dasar ibu – ibu belanja, kebiasaan deh….. pantes aja si bapak sempat bingung, ngasih lebih tapi ditawar dulu. *tepok jidat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulailah Menulis!

  Pernah ga sih kamu kesulitan saat ingin menulis sesuatu? Merasa bingung mau memulai dengan kata – kata apa. Atau sebaliknya, lagi asik nulis suatu cerita, eh tiba di pertengahan cerita malah ngerasa ngambang terus bingung mau dibawa kemana nih ending ceritanya. Aku juga ngerasain hal itu loh. Dan ternyata, ada banyak orang di luar sana yang punya kesulitan yang sama saat membuat tulisan. Ada yang sulit mengawali, ada pula yang sulit mengakhiri ceritanya. Nah, bersyukur banget nih malam ini aku berkesempatan untuk hadir di acara “Ngobrol Santai bersama Penulis Ibukota”. Acara yang disponsori dan dimotori langsung oleh Book & Café Nunukan. Gak nangung – nanggung, acara ngobrol santai ini menghadirkan 3 pembicara yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis. Sebut saja bapak Masri Sareb Putra, penulis 106 judul buku, salah satu dosen Universitas Multimedia Nusantara. Kemudian ada kang Pepih Nugraha, wartawan kompas 1990 – 2016, pendiri Kompasiana.com dan Pepnews. Dan...

Muhammad al-Fatih Secrets Revealed!

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Salah satu bisyarah yang dapan menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat: فقال عبد الله بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي المدينتين تفتح أولا قسطنطينية أو رومية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مدينة هرقل تفتح أولا يعني قسطنطينية Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulul...

AYO JADI BINTANG!!!

Yang saya maksud di sini bintang beneran lho, bukan bintang film, bintang iklan,bintang kelas dan sejenisnya. Yang kayak gitu mah lewaaaaaaat…ga perlu di pikirin. Yang kita omongin dimaksud disini adalah BINTANG beneran. Yang ada nun jauh di langit sana. Truz, hubungannya dengan kita??? Nah ini dia nich : Sebenarnya, bintang – bintang itu nggak Cuma ada di langit lhooooo… Di bumi juga ada koQ Bintang – bintang yang bersinar karena kemilau iman di dadanya Bintang yang bersinar karena kemilau ahlaknya Bintang yang bersinar karena ketinggian ilmunya Bintang yang berisnar karena paling bermanfaan bagi sesam a Ayo bersiap menjadi salah satu dari bintang – bintang itu, teruslah bersinar…. Jadilah bintang sejati yang meneramgi orang – orang di sekelilingmu “ (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki – laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan disebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), pada hari ini ada berita untukmu, (yaitu...