Maraknya kegiatan remaja sekarang dalam melakukan seks bebas di nengri ini nggak kepalang tanggung. Nggak cuma di kota aja lho, di kampung2 pun 'ritual' ini sudah menjadi hal yang banyak ditemukan kasusnya. Dua orang wanita hamil oleh satu laki2, atau seorang wanita hamil tapi nggak tahu lelaki mana yang menghamilinya. Yupz, parah banget kan pren?! Bahkan kasus2 seperti ini terjadi mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai artis N pejabat sekalipun. Bahkan ada artis yang nggak malu2 nyatain kalo dirinya sedang hamil walaupun belum menikah (urat malunya udah putus kali yeeeeeeee)
Penyebab maraknya gaya hidup seperti ini salah satunya adalah 'bergentayangannya' tontonan2 yang mengundang syahwat di media2, seperti halnya film2, iklan yang penuh dengan obral aurat dan masih banyak lagi yang menuntun adrenalin tubuh terpacu dengan cepat. Bagi yang imannya tipi, hemmmm...siap2 dech jadi korban.
Salah satu solusi yang tepat adalah, media televisi seharusnya tidak lagi menayangkan tayangan2 yang seronok, macam dangdut yang goyang2 norak N nggak jelas (untung nggak salah urat tu badan), iklan2 produk yang menampilkan perempuan2 sexy walaupun sebenarnya nggak nyambung ( masak iklan mie instan, yang diliatin bentuk tubuh cewek...), iklan oli de el el dech tayangan2 yang di dalamnya perempuan2 dengan 'sukarela' dieksploitasi. dan masih banyak lagi. Kenapa nggak diganti dengan tayangan yang mendidik?!
Yupz, begitulah dalam sistem kapitalis. televisi adalah media komersil dan mengambil untung yang banyak dari tayangan tersebut. Sekaligus televisi juga digunakan untuk menjual ide2 (pemikiran) barat yang sebenarnya sudah jelas bobroknya. Nggak perduli dengan moral masyarakat yang terdiri dari berbagai kalangan, baik itu remaja, dewasa, ibu2 bahkan anak kecil sekalipun sudah banyak yang meniru apa yang dilihatnya dari tayangan televisi, yang akhirnya bikin kita sering mengucap istighfar.
Komentar
Posting Komentar