
Dalam sebuah hadis, Rasulullah memerintahkan umatnya menuntut ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat. Untuk memudahkan umat islam menuntut ilmu, maka para khalifah, amir, ulama sampai hartawan nggak sungkan untuk mendirikan perpustakaan umum.
Salah satu perpustakaan islam yang terkenal adalah Darul Hikmah di Kairo. Awalnya perpustakaan ini merupakan lembaga pertemuan pengarang muslim untuk merumuskan pengertian umum ilmu pengetahuan dari buku - buku pra islam.
Darul Hikmah di pinggir sungai Nil, di sebuah kampung yang sekarang bernama al-Kharunfusy (Mesir). Diresmikan pada hari sabtu 10 Jumadil Akhir tahun 395H/1005M oleh khalifah Hakim bin Amrullahal Fatimi. Khalifah menjadikan Darul Hikmah sebagai suatu akademi yang sejajar dengan lembaga pendidikan di Cordoba atau Baghdad. Untuk itu, Khalifah menyediakan dana yang besar untuk memperbanyak manuskrip atau memperbaiki buku - buku. Anggaran belanjanya tidak kurang dari 257 dinar per tahun. Sehingga perpustakaan ini dilengkapi dengan 40 lemari yang satu diantaranya memuat 18.000 buku tentang ilmu2 kuno yang belum pernah dihimpun oleh seorang rajapun.
Pengunjung dibuat nyaman dengan keindahan dan keteraturan perpustakaan ini. Lantainya diberi tikar permadani lengkap dengan tata rias yang cantik. Di pintu2 dan lorong2 dipasang gorden, dan masih banyak pelayanan2 lain yang menenangkan hati para pengunjung.
Pren, tingginya minat baca dan ketekunan menuntut ilmu yang dimiliki kaum muslimin, menjadikan perpustakaan tersebut layaknya pusat perbelanjaan yang mengundang minat para pengunjung. Memburu ilmu yang dikasih potongan harga 100% alias gratis. Inilah salah satu pelyanan yang diberikan daulah khilafah kepada rakyatnya. Menuntut ilmu untuk meninggikan martabat, bukan malah melarat, Betul??! Dan coba bandingkan sekarang pemuda2 negri ini lebih banyak nangkring dimana, perpustakaan atau mall N tempat2 hiburan lainnya?
Komentar
Posting Komentar