Langsung ke konten utama

Ma, bensin kok bisa habis?

“Ma, kenapa sih orang kalo beli bensin banyak – banyak, misalnya nih beli 10 liter ma, tapi waktu sudah dipakai bensinnya habis sisa satu liter ma. Itu bensinnya kok bisa habis, hilangnya kemana ma? Ma, kalo kesananya pasar ciroyom itu kemana ma?” Itulah celotehan seorang anak SD yang masih kecil saat aku dan temanku berada di atas angkot pagi ini. Anak itu bersama ibunya yang akan mengantarnya ke sekolah. Ibunya pun menjawab pertanyaan anak itu sekedarnya, dari raut wajahnya tampaknya dia belum puas dengan jawaban dari ibunya.

Lucu juga meratiin tingkah anak itu yang banyak bertanya tentang segala hal yang yang pagi itu atau mungkin sudah lama menggelitik otaknya untuk berfikir. Sekilas pertanyaan anak itu memang tampak sepele dan mungkin sebagaian orang menganggapnya sebagai pertanyaan yang ‘nggak penting’ untuk dijawab. Tapi pengalaman ini justru seharusnya menjadi pelajaran dan renungan bagi para ibu dan bagiku yang akan menjadi ibu masa depan (amiin…..(^_^)…..) bahwa anakpun semakin lama semakin kritis, selalu ingin tahu, ingin menggali. Tantu saja, dia tidak mungkin hanya bertanya pada furunya di sekolah tentang hal2 yang ingin diketahuinya tapi justru kitalah sebagai orang tua khususnya sebagai ibu yang justru akan dibrondong pertanyaan dari mereka, entah ketika di rumah ataupun ketika kita membawanya jalan – jalan, belanja ke pasar, took buku dan tempat – tempat wisata alam, rumah sakit dan dimanapun pasti banyak hal yang akan menarik perhatiannya dan membuatnya ingin tahu lalu menanyakannya kepada kita.

Disinilah peran kita sebagai ibu sangat dibutuhkan sebagai guide terbaik bagi mereka, kita harus bisa dengan cerdas, tanggap terhadap apa yang mereka ingin tahu. Jangan sampai jawaban kita membuat mereka merasa tidak puas bahkan mematikan kreativitasnya. Memang tidak dipungkiri ada hal2 yang mereka pertanyakan dan kita juga tidak tahu jawabannya, dan jangan sampai kita sok tahu. Cara yang lebih bijak kita lakukan jika kita tidak tahu jawabannya adalah dengan mengarahkan atau membimbing mereka (anak) untuk mencari tahu dan kitapun harus ikut cari tahu. Bisa dengan brawsing internet bareng misalnya, pergi ke toko buku, mendampingi mereka ketika nonton TV dan lainnya.

Sebagai orang tua, siapa sih yang nggak mau punya anak yang sholeh/solehah, cerdas, kritis dan peka terhadap apa yang ada di sekitarnya. Tentu hal seperti itu sangat jarang sekali ada pada anak jika kita sebagai orang tua tidak menjadi ‘guide’ yang benar bagi mereka. Oleh kerana itu, sebagai ibu dan calon ibu generasi masa depan sudah sepantasnya kita terus memperkaya diri dengan ilmu, baik itu ilmu dunia dan yang paling penting adalah ilmu agama (tsaqofah islam) untuk bekal kehidupan yang abadi, di awal dia mulai belajar mengenal ini itu, maka yang pertama kita lakukan sebagai seorang ibu adalah mengenalkan siapa dirinya dan siapa Tuhan nya. Dan keduanya ini (ilmu keduniaan dan agama) harus selalu beiringan agar tidak berjalan timpang. Sehingga ketika si anak belajar tentang sains dan teknologi dan apa – apa yang mereka lihat disekeliling mereka hal itu justru akan menambah keimanannya dan menempatkan posisinya sebagai hamba bagi penciptanya yaitu Allah SWT. Alangkah indahnya ketika ilmuan adalah orang – orang yang beriman.

Yupz, bagi para wanita yang sudah menjadi ibu teruslah belajar dan belajar, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dan bagi yang belum jadi ibu, siapkan dirimu untuk melahirkan dan mencetak generasi/umat terbaik masa depan. Yakinkan pada hatimu, kelak anak kita yang akan jadi pemimpin terbaik!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is me....

Huppppzz...hari ini kuliah cuma setengah hari mata kuliah perencanaan produksi. Biasalah dosen pada sibuuuuuuuuuk.... Ya udah dech pulang ke kost. Daripada cuma bengong kayak sapi ompong akhirnya ni tangan gatel juga buat utak atik laptop N jadilah blog ini. jadi kalo banyak kekurangan maaf dech, namanya juga baru belajar heheeee... Aku sengeja buat blog ini buat menyalurkan hobby nulis - nulis ( walaupun tulisanya masih ga bagus) soalnya disini aku bisa ngungkapin apa yang ada di pikiranku, entah itu aku lagi seneng, kesal, sedih atau lagi ingin beropini ya disinilah tempatku. Pokoknya disini aku bisa CurHat N CurPik dech..

Inspirasi Hari Ini : Kamis, 17 Juli 2014

Jam mengajar seperti hari – hari sebelumnya, setelah selesai bercuap – cuap menjelaskan materi pelajaran. Saya menuliskan rangkuman pelajaran di papan tulis untuk di catat oleh anak – anak. Tidak banyak, hanya lima baris kalimat. Tak tega rasanya membuat mereka terlalu banyak menulis, selain kasihan tangan mereka sakit saya juga khawatir mereka jadi cepat bosan. Entah karena masih dalam masa transisi dari kelas 1 ke kelas 2, atau karena sudah cukup lama libur membuat mereka jadi lebih lambat menulis dibanding saat mereka di kelas 1. Untuk menyiasatinya, saya memberikan batas waktu mereka dalam menulis, sehingga mereka termotivasi untuk adu cepat menulis, tentu saja saya tetap menekankan anak – anak untuk menjaga kerapian tulisannya. “Tujuh menit lagi….” Ucap saya sembari melihat jam tangan saya, yang sebenarnya tidak benar – benar saya perhatikan waktunya. “Whaaaaaa…” terdengar siswa saya mulai tidak sabar menyelesaikan tulisannya. Tak lama kemudian, “Lima me...

Seks Bebas Remaja, Nggak banget dech!

Maraknya kegiatan remaja sekarang dalam melakukan seks bebas di nengri ini nggak kepalang tanggung. Nggak cuma di kota aja lho, di kampung2 pun 'ritual' ini sudah menjadi hal yang banyak ditemukan kasusnya. Dua orang wanita hamil oleh satu laki2, atau seorang wanita hamil tapi nggak tahu lelaki mana yang menghamilinya. Yupz, parah banget kan pren?! Bahkan kasus2 seperti ini terjadi mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai artis N pejabat sekalipun. Bahkan ada artis yang nggak malu2 nyatain kalo dirinya sedang hamil walaupun belum menikah (urat malunya udah putus kali yeeeeeeee) Penyebab maraknya gaya hidup seperti ini salah satunya adalah 'bergentayangannya' tontonan2 yang mengundang syahwat di media2, seperti halnya film2, iklan yang penuh dengan obral aurat dan masih banyak lagi yang menuntun adrenalin tubuh terpacu dengan cepat. Bagi yang imannya tipi, hemmmm...siap2 dech jadi korban. Salah satu solusi yang tepat adalah, media televisi seharusnya tidak lagi menay...