Langsung ke konten utama

LGBT, Ancaman Nyata di Depan Mata

LGBTmenjadi pemberitaan dan perdebatan hangat akhir – akhir ini. Di berbagai media bahkan di stasiun – stasiun TV nasional akan dengan mudah kita temukan diskusi – diskusi dan debat ‘panas’ antara kelompok yang pro maupun yang kontra terhadap perilaku LGBT.  Meskipun LGBT bukan fenomena yang baru ada di Indonesia, namun kasus LGBT belakangan semakin meningkat, gerakannya semakin masif dan mulai menunjukkan eksistensinya di tengah – tengah masyarakat.

LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual dan transgender. Gay adalah sebutan untuk laki – laki yang memiliki orieentasi seksual terhadap sesama lelaki sebaliknya lesbian adalah orientasi seksual antar sesama perempuan. Biseksual adalah seseorang yang memiliki dua orientasi orentasi seksual baik terhadap laki – laki ataupun perempuan. Sedangkan transgender adalah istilah untuk mereka yang berperilaku dan berpenampilan tidak sesuai dengan gender atau jenis kelaminnya.

LGBT layaknya fenomena gunung es, dimana populasi yang tampak pada data belum seberapa jika dibanding dengan besarnya pupulasi yang tak kasat mat. Berdasarkan estimasi Kemenkes pada 2012, terdapat 1.095.970 LSL (Gay,red) dan lebih dari lima persennya mengidap HIV (Republika.co.id). Populasi ini meningkat luar biasa pesat jika dibandingkan pada tahun 2009 yang mana populasi gay berkisar di angka 800.000 jiwa. Bayangkan seberapa besar jumlah mereka sekarang dengan melihat semakin gencarnya LGBT mengkampanyekan gaya hidup mereka baik secara sembunyi – sembunyi maupun terang terangan. Dan jelas tujuannya adalah agar LGBT ini bisa diterima dan dilegalkan di Indonesia.

Bukan hanya para pendukung yang semakin gencar mengkampanyekan dukungan terhadap LGBT, bahkan para pelakunya sudah tidak malu lagi untuk tampil di depan umum. Atas nama HAM dan kebebasan mereka mulai lantang menyuarakan keinginan mereka untuk diterima dan diakui keberadaannya. Gerakan yang masif dan terorganisir membuat gerakan dengan lambang bendera berwarna pelangi ini semakin tumbuh subur di Indonesia. Mereka bisa bergerak bebas dengan berlindung di bawah dua jaringan nasional organisasi LGBT yang menaungi 119 organisasi di 28 provinsi. Dua jaringan ini yaitu GWLINA dan LGBTQ.

Wajar jika kemudian masyarakat dibuat terperangah dengan jumlah ini, dan memunculkan keresahan di tengah – tengah masyarakat. Ya, ini terjadi di indonesia, negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan menjunjung tinggi nilai ketimuran. Bagi para orang tua yang masih waras tentu wajar jika kemudian menganggap LGBT ini sebagai ancaman bagi keluarga dan generasi bangsa.

LGBT adalah masalah kejiwaan yang bisa disembuhkan, bukan penyakit kejiwaan atau pun bawaan biologis yang yang tidak bisa disembuhkan. Perilaku penyimpang dari LGBT ini tidak bisa dibiarkan apalagi diterima sebagai kewajaran. Jika dibiarkan maka LGBT ini bisa menjadi penyakit sosial yang menular dan tentunya memakan korban. Selain itu, fakta menunjukkan dari sekian banyak kasus HIV – AIDS, sebagian besar dialami oleh mereka yang memiliki perilaku seks yang menyimpang. Jelas ini ini menjadi ancaman nyata bagi generasi. Indonesia terancam terjadi fenomena depopulasi (pengurangan populasi) akibat prilaku LGBT, yaitu akibat penyakit HIV – AIDS dan terhentinya proses regenerasi. Tentu saja, bagaimana terjadi regenerasi jika laki – laki menikah dengan lelaki atau sebaliknya wanita menikah dengan sesama wanita.

Siapapun yang masih berpikiran waras tentu menyadari dan mengakui betapa menjijikannya perbuatan ini. Perbuatan yang pernah terjadi pada kamu Nabi Luth, yaitu kaum sodom yang dilaknat dan berakhir dengan ditimpakannya azab Allah untuk mengakhirinya. Dan seharusnya cukup sebagai peringatan buat kita. Apakah kita ingin mengulang sejarah? Na’uzubillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulailah Menulis!

  Pernah ga sih kamu kesulitan saat ingin menulis sesuatu? Merasa bingung mau memulai dengan kata – kata apa. Atau sebaliknya, lagi asik nulis suatu cerita, eh tiba di pertengahan cerita malah ngerasa ngambang terus bingung mau dibawa kemana nih ending ceritanya. Aku juga ngerasain hal itu loh. Dan ternyata, ada banyak orang di luar sana yang punya kesulitan yang sama saat membuat tulisan. Ada yang sulit mengawali, ada pula yang sulit mengakhiri ceritanya. Nah, bersyukur banget nih malam ini aku berkesempatan untuk hadir di acara “Ngobrol Santai bersama Penulis Ibukota”. Acara yang disponsori dan dimotori langsung oleh Book & Café Nunukan. Gak nangung – nanggung, acara ngobrol santai ini menghadirkan 3 pembicara yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis. Sebut saja bapak Masri Sareb Putra, penulis 106 judul buku, salah satu dosen Universitas Multimedia Nusantara. Kemudian ada kang Pepih Nugraha, wartawan kompas 1990 – 2016, pendiri Kompasiana.com dan Pepnews. Dan...

Muhammad al-Fatih Secrets Revealed!

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Salah satu bisyarah yang dapan menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat: فقال عبد الله بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي المدينتين تفتح أولا قسطنطينية أو رومية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مدينة هرقل تفتح أولا يعني قسطنطينية Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulul...

AYO JADI BINTANG!!!

Yang saya maksud di sini bintang beneran lho, bukan bintang film, bintang iklan,bintang kelas dan sejenisnya. Yang kayak gitu mah lewaaaaaaat…ga perlu di pikirin. Yang kita omongin dimaksud disini adalah BINTANG beneran. Yang ada nun jauh di langit sana. Truz, hubungannya dengan kita??? Nah ini dia nich : Sebenarnya, bintang – bintang itu nggak Cuma ada di langit lhooooo… Di bumi juga ada koQ Bintang – bintang yang bersinar karena kemilau iman di dadanya Bintang yang bersinar karena kemilau ahlaknya Bintang yang bersinar karena ketinggian ilmunya Bintang yang berisnar karena paling bermanfaan bagi sesam a Ayo bersiap menjadi salah satu dari bintang – bintang itu, teruslah bersinar…. Jadilah bintang sejati yang meneramgi orang – orang di sekelilingmu “ (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki – laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan disebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), pada hari ini ada berita untukmu, (yaitu...