Langsung ke konten utama

Penulis Galau


D
ulu waktu masih SMA, sukaaaaaa benget yang namanya nulis. Pokoknya gak ada malam terlewatkan tanpa menulis. Walaupun tulisannya gak ada yang kelar – kelar hehehe….
Ingat banget kenangan bareng teman – teman di asrama putri SMA Plus Berau (sekarang jadi SMA Negri 4 Berau). Setiap habis solat isya dan sudah beres ngerjain Pe Er, kami akan ambil buku tulis kesayangan masing – masing  yang sudah dipenuhi cerita – cerita fiktif yang gak pernah kelar alias gak ada endingnya. Lalu dengan posisi suka – suka, ada yang duduk, tiarap sampe ada yang telentang segala sangking nyari inspirasinya buat ngelanjutin tulisan kamarin malam, atau untuk dapet ide cerita baru. Soalnya dah mandeg sama cerita yang udah dibuat… BLANK
Kami paling suka nulis cerpen, fiktif tentunya. Berbeda dengan teman – teman yang lain, saya lebih terobsesi untuk menulis sebuah novel, walau cerpen pun gak kelar – kelar. Dan hampir setiap malam sebelum menulis kami akan bergantian memberikan prolog tentang cerita yang akan dibuat. Tentu saja saya juga gak mau ketinggalan menceritakan panjang lebar tentang ‘novel’ yang sedang saya tulis. Teman – teman selalu sabar dengerin cerita saya, walaupun mereka tau… ujung – ujungnya gak bakal ada endingnya. Karena setiap mereka nanya “Trus ending ceritanya gimana?” dan dengan tanpa rasa berdosa saya jawab “Ntar aja deh dipikirin…” atau “Besok aja deh endingnya heheee…”
Apa nggak bikin hati empet tuh, udah serius ngedengerin ceritanya dari awal, eeeh malah gak ada ujungnya. Yah, itulah cirri khas tulisan saya, no ending. Mungkin bisa jadi bakat kali ya, nulis tanpa ending heheee… ^_^
Itu jaman saya es em a, paslagi imut – imutnya, ceria – cerianya, puber – pubernya. Pokoke masa SMA masa segala rasa deh ^_^
Beda lagi pas udah kuliah, kalo dulu ada alasan gak punya laptop ato computer yang buat gak “produktif”, eh ternyata pas kuliah dan udah punya laptop, alasannya lain lagi. Whaaaah sekarang tugas kuliah lagi numpuk – numpuk, bikin kepala mumet bin ngepul nih rasanya otak. Bayangkan aja, saya yang basicnya waktu SMA jurusan bahasa, pas kuliah harus ‘nyasar’ ke jurusan teknik mesin. Yang selama SMA freak benget sama pelajaran matematika, sekarang setiap hari harus berusrusan dengan mbahnya matematika ; integral, diferensial, dan teman – temannya yang entahlah. Belum lagi berurusan dengan mekanika, de el el.
Kalo waktu SMA saya berkutat di tumpukan buku – buku sastra, sejarah, sosiologi antropologi, bahasa indonesia, inggris, jerman bahkan bahasa kantonis yang saya nikmati mempelajarinya. Saat kuliah saya harus melahap buku – buku kalkulus, mekanika teknik, teknik listrik, gambar teknik, elemen mesin dan segala hal yang berhubungan dengan teknik mesin. Ditambah lagi aktifitas di luar kampus. Toloooooooooooongggg…
Itu yang menjadi alasan ‘jitu’ untuk tidak membiasakan diri menulis. Hari – hari dipenuhi dengan tugas kuliah.
Dan kemudian saya berfikir “mungkin setelah saya lulus kuliah dan bekerja waktu saya akan lebih banyak, jadi saya bisa mulai melanjutkan keinginan untuk menulis. Tapi ternyata….
This is me now, I am a teacher…lagi – lagi saya disibukkan dengan aktifitas mengajar, dan pekerjaan sekolah yang sering saya bawa pulang ke rumah, capek, dll. Dan akhirnya, seperti sebelumnya…. Selalu ada alasan untuk tidak menulis.
Kalau begini ceritanya, yang bermasalah bukan karena saya sibuk atau tidak punya fasilitas untuk menulis. Tapi lebih karena manajemen waktu saya yang buruk, dan belum ada dorongan yang kuat dari diri sendiri untuk menulis. Menjadi penulis bagi saya masih sebatas “keinginan” belum menjadi passion.
Itulah sedikit tulisan dari ‘penulis’ galau yang sekedar menjaga agar jari – jari ini tidak kaku karena terlalu lama tidak menari di atas tuts laptop. Dan semoga yang baca gak ikutan galau. Sekian dan terima kasih, wassalam.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulailah Menulis!

  Pernah ga sih kamu kesulitan saat ingin menulis sesuatu? Merasa bingung mau memulai dengan kata – kata apa. Atau sebaliknya, lagi asik nulis suatu cerita, eh tiba di pertengahan cerita malah ngerasa ngambang terus bingung mau dibawa kemana nih ending ceritanya. Aku juga ngerasain hal itu loh. Dan ternyata, ada banyak orang di luar sana yang punya kesulitan yang sama saat membuat tulisan. Ada yang sulit mengawali, ada pula yang sulit mengakhiri ceritanya. Nah, bersyukur banget nih malam ini aku berkesempatan untuk hadir di acara “Ngobrol Santai bersama Penulis Ibukota”. Acara yang disponsori dan dimotori langsung oleh Book & Café Nunukan. Gak nangung – nanggung, acara ngobrol santai ini menghadirkan 3 pembicara yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis. Sebut saja bapak Masri Sareb Putra, penulis 106 judul buku, salah satu dosen Universitas Multimedia Nusantara. Kemudian ada kang Pepih Nugraha, wartawan kompas 1990 – 2016, pendiri Kompasiana.com dan Pepnews. Dan...

Muhammad al-Fatih Secrets Revealed!

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Salah satu bisyarah yang dapan menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat: فقال عبد الله بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي المدينتين تفتح أولا قسطنطينية أو رومية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مدينة هرقل تفتح أولا يعني قسطنطينية Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulul...

AYO JADI BINTANG!!!

Yang saya maksud di sini bintang beneran lho, bukan bintang film, bintang iklan,bintang kelas dan sejenisnya. Yang kayak gitu mah lewaaaaaaat…ga perlu di pikirin. Yang kita omongin dimaksud disini adalah BINTANG beneran. Yang ada nun jauh di langit sana. Truz, hubungannya dengan kita??? Nah ini dia nich : Sebenarnya, bintang – bintang itu nggak Cuma ada di langit lhooooo… Di bumi juga ada koQ Bintang – bintang yang bersinar karena kemilau iman di dadanya Bintang yang bersinar karena kemilau ahlaknya Bintang yang bersinar karena ketinggian ilmunya Bintang yang berisnar karena paling bermanfaan bagi sesam a Ayo bersiap menjadi salah satu dari bintang – bintang itu, teruslah bersinar…. Jadilah bintang sejati yang meneramgi orang – orang di sekelilingmu “ (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki – laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan disebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), pada hari ini ada berita untukmu, (yaitu...