
Cukup lama nggak nulis...membuat jari - jemari sedikit kaku ketika harus menari di atas keyboard.
Mari kita sedikit bercerita tentang wanita....kenapa wanita?
-karena wanita itu INDAH, itu sebabnya wanita 'dinobatkan' sebagai perhiasan dunia.
-karena wanita itu UNIK, karenanya banyak hal yang terkadang sulit kita mengerti dari mereka, dan tentu saja...
- karena wanita itu MENARIK, sehingga membuat kita selalu ingin tahu tentangnya...
....... (^_^)..........
Terlepas dari posisi kita sebagai pria atau wanita...apa yang kita pikirkan dan rasakan ketika di tempat/ transportasi umum (bus kota, angkot, kereta dll) kita duduk berhadapan dengan wanita yang berpakaian minim (seksi), tertutup, dan bahkan bercadar???
Sudah bisa dipastikan, bahwa dalam begitu banyak orang dalam sebuah bus akan memiliki pandangan & perasaan yang berbeda - beda. Ada yang biasa - biasa saja, ada yang memandang 'sebelah mata', benci dan bahkan ada yang merasa 'prihatin'.
kenapa orang - orang dalam satu tempat yang sama bisa memiliki pandangan yang berbeda - beda terhadap sesuatu, dalam kasus ini adalah wanita?
jawabannya adalah...karena setiap orang memiliki/menggunakan tolak ukur yang berbeda - beda dalam menilai sesuatu, termasuk ketika menilai seorang wanita.
Seorang teman mengatakan kepada saya bahwa saat ini dia sedang 'krisis kepercayaan' terhadap kondisi wanita jaman sekarang. Terlepas dari apa yang yang melatar belakangi sehingga membuatnya memiliki perasaan seperti itu, satu hal yang bisa dipastikan adalah dia pastilah memiliki tolak ukur dalam memandang baik - buruknya seoran wanita.
Nah sob, mari kita sedikit membahas tentang tolak ukur ini yang nantinya akan mempengaruhi kita dalam berbuat (berprilaku) dan dalam memberikan penilaian terhadap sesuatu...
Di zaman dimana pemikiran manusia (khususnya umat muslim) di serang secara burutal dengan pemikiran - pemikiran barat seperti saat ini, perbedaan tolak ukur dalam berprilaku dan menilai sesuatu merupakan suatu keniscayaan, dan kita bisa buktikan sendiri.
Sebagai sorang muslim, SEHARUSNYA wajib baginya menjadikan halal - haram sebagai tolak ukur pebuatannya, dalam arti apakah perbuatan yang akan dilakukannya itu diridlai oleh Allah atau justru dibenci oleh Allah, apakah sesuai dengan perintah Allah atau justru yang dilarang oleh Allah.
Sebagai contoh dalam hal pakaian ketika keluar rumah, seorang muslimah seharusnya memperhatikan apakah pakaian yang dikenakannya itu sesuai dengan apa telah diperintahkan oleh Allah atau sebaliknya.
Karena agam Islam yang sempurna ini telah diturunkan oleh Allah lengkap dengan seperangkat aturan yang mengharuskan manusia terikat padanya. Mengharuskan manusia terikat pada segala aturannya, bukan berarti mengekang kebebasan manusia seperti pemikiran orang kebanyakan saat ini. Sebaliknya, semata - mata mengatur manusia agar berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan oleh manusia. Agar kebebasan tidak menjadi kebablasan.
Begitu juga ketika kita memberikan penilaian terhadap sesuatu, maka halal - haram inilah yang menjadi tolak ukurnya. Kita akan memandang buruk prilaku yang bertentangan dengan aturan Allah dan memandang Baik prilaku yang disandarkan pada aturan Allah. Itulah seorang muslim sejati, halal - haram adalah patokannya, bukan manfaat atau yang lainnya...
Berbeda dengan orang - orang liberal kapitalis yang menjadikan manfaat sebagai tolak ukurnya, termasuk dalam memadang wanita. Mereka memandang wanita sebagai objek eksploitasi yang bisa mendatangkan keuntungan berupa materi ataupun berupa kepuasan....lihat saja iklan - iklan di TV, apa hubungannya coba iklan mie outomotive dengan wanita cantik, iklan mie instan dengan tubuh wanita. Gak nyambung kan......ajang - ajang 'bergengsi' seperti miss universe yang mengharuskan wanita untuk berani tampil buka - bukaan, puteri indonesia, dan ajang2 lainnya.
Dalam buku yang kebetulan baru saya baca, bagaimana seorang wanita muslim begitu memuji logika berpikir barat yang memberikan wanita 'kemerdekaan' dalam arti kebebasan untuk bergaul sebebas - bebasnya, bisa memiliki anak tanpa harus terikat perkawinan, pokoknya aturan agama gak berlaku deh...apalagi aturan islam. Wajar aja sob kalo yang mikir gini adalah orang - orang barat yang notabennya adalah non muslim dan mengusung pemikiran sekular (memisahkan agama dari kehidupan)...pokoke agama jauh - jauh deh, agama cuma boleh berlaku di tempat - tempat ibadah dan ranah pribadi.
Tapi bahayanya, pemikiran sekular inipun 'disuntikkan' di benak - benak kaum muslimin, dan kita bisa lihat sekarang, kebanyakan generasi muslim telah memiliki tolak ukur ala barat, manfaat dan kepuasan....yang penting happyyyyyy!!!
Nah gimana donk caranya agar kita dan orang lain bisa berprilaku & memberikan penilaian terhadap sesuatu sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Allah SWT. Jawabannya cuma 1, mari kita kaji islam lebih dalam lagi. Belajar...belajar...dan belajar. Bagaimana kita bisa tahu tentang islam kalo kita sendiri tidak pernah mau tahu lebih jauh tentangnya. Bagaimana kita bisa tahu kalo ada kewajiban menutup aurat dalam Alqur'an kalo kita cuma baca alqur'an setahun 1 x pas ramadhan, itupun cuma arabnya doank...nggak ngertii!!! Nah lhooo...Katanya alqur'an pedoman
hidup..tapi gak pernah dibuka. padahal dalam menjalani hidup ini kita butuh panduan agar bisa terus berjalan dan sampai ke tujuan yang tepat yaitu ridha Allah yg berbuah surga, jangan sampai malah jalan menuju ke neraka. Nah 'guide' yang telah diberikan oleh Allah adalah alqur'an dan as sunnah, bukan yang lain...!!! sepakat??? sepakat donk, hehee..
Ibaratnya nih kamu pergi ke Jerman yang sebelumnya kamu belum pernah kesana. Untuk dapat sampai ke tempat tujuan kamu udah diberi peta, tapi masalahnya kamu gak pernah mau buka tuh peta, nanya ke orang juga ogah...kamu cuma pengen jalan pake 'insting' n sesuka kakimu melangkah...nah lhooo bisa tebak sendiri donk ending dari ceritanya...
So girls, ayo buka mata, buka telinga dan buka hati kita untuk sama - sama memahami islam. setela paham..ayo kita terapkan dalam menjalani kehidupan. Setelahnya apakah selesai...oh tentu tidak, gak mau donk soleh sendiri...surga itu terlalu luas untuk ditempati sendiri, gak asyik donk.
Di luar sana banyak sodara2 muslim kita yg belum tahu tentang aturan main islam. Bisa jadi ada seorang wanita yang berprilaku yang menyalahi aturan islam (mis berpamer aurat ria, gaul bebas, dsb) bukan karena sengaja....bisa jadi karena ketidaktahuan mereka dan pengaruh lingkungan tempat mereka hidup. Tidak pantas kita membenci mereka, justru selayaknya kita kasihan pada mereka. Prilakunyalah yang kita benci, bukan orangnya. Karena sekali lagi, bisa jadi mereka melakukan itu karena tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu salah di mata Allah.
Nah tugas kita yang udah paham nih dengan aturan2 islam *walopun yang kita pahami baru sangat sedikit, adalah berbagi...tugas kitalah mengingatkan & memahamkan mereka. Karena mereka adalah saudara kita...bukankah seorang muslim yang satu dengan yang lain itu adalah saudara, bahkan diibaratkan sebagai 1 tubuh.
Sekarang...tentukan tolak ukurmu...manfaatkah atau ridha Allah (halal - haram) kah?
Okkay pren, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika masih banyak salah dan kekurangan. Karena kebenaran hanya milik Allah, dan kekeliruan adalah semata - mata dari penulis yang masih harus dan terus untuk banyak belajar. (^_^)
Wallahu a’lam
Mari kita sedikit bercerita tentang wanita....kenapa wanita?
-karena wanita itu INDAH, itu sebabnya wanita 'dinobatkan' sebagai perhiasan dunia.
-karena wanita itu UNIK, karenanya banyak hal yang terkadang sulit kita mengerti dari mereka, dan tentu saja...
- karena wanita itu MENARIK, sehingga membuat kita selalu ingin tahu tentangnya...
....... (^_^)..........
Terlepas dari posisi kita sebagai pria atau wanita...apa yang kita pikirkan dan rasakan ketika di tempat/ transportasi umum (bus kota, angkot, kereta dll) kita duduk berhadapan dengan wanita yang berpakaian minim (seksi), tertutup, dan bahkan bercadar???
Sudah bisa dipastikan, bahwa dalam begitu banyak orang dalam sebuah bus akan memiliki pandangan & perasaan yang berbeda - beda. Ada yang biasa - biasa saja, ada yang memandang 'sebelah mata', benci dan bahkan ada yang merasa 'prihatin'.
kenapa orang - orang dalam satu tempat yang sama bisa memiliki pandangan yang berbeda - beda terhadap sesuatu, dalam kasus ini adalah wanita?
jawabannya adalah...karena setiap orang memiliki/menggunakan tolak ukur yang berbeda - beda dalam menilai sesuatu, termasuk ketika menilai seorang wanita.
Seorang teman mengatakan kepada saya bahwa saat ini dia sedang 'krisis kepercayaan' terhadap kondisi wanita jaman sekarang. Terlepas dari apa yang yang melatar belakangi sehingga membuatnya memiliki perasaan seperti itu, satu hal yang bisa dipastikan adalah dia pastilah memiliki tolak ukur dalam memandang baik - buruknya seoran wanita.
Nah sob, mari kita sedikit membahas tentang tolak ukur ini yang nantinya akan mempengaruhi kita dalam berbuat (berprilaku) dan dalam memberikan penilaian terhadap sesuatu...
Di zaman dimana pemikiran manusia (khususnya umat muslim) di serang secara burutal dengan pemikiran - pemikiran barat seperti saat ini, perbedaan tolak ukur dalam berprilaku dan menilai sesuatu merupakan suatu keniscayaan, dan kita bisa buktikan sendiri.
Sebagai sorang muslim, SEHARUSNYA wajib baginya menjadikan halal - haram sebagai tolak ukur pebuatannya, dalam arti apakah perbuatan yang akan dilakukannya itu diridlai oleh Allah atau justru dibenci oleh Allah, apakah sesuai dengan perintah Allah atau justru yang dilarang oleh Allah.
Sebagai contoh dalam hal pakaian ketika keluar rumah, seorang muslimah seharusnya memperhatikan apakah pakaian yang dikenakannya itu sesuai dengan apa telah diperintahkan oleh Allah atau sebaliknya.
Karena agam Islam yang sempurna ini telah diturunkan oleh Allah lengkap dengan seperangkat aturan yang mengharuskan manusia terikat padanya. Mengharuskan manusia terikat pada segala aturannya, bukan berarti mengekang kebebasan manusia seperti pemikiran orang kebanyakan saat ini. Sebaliknya, semata - mata mengatur manusia agar berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan oleh manusia. Agar kebebasan tidak menjadi kebablasan.
Begitu juga ketika kita memberikan penilaian terhadap sesuatu, maka halal - haram inilah yang menjadi tolak ukurnya. Kita akan memandang buruk prilaku yang bertentangan dengan aturan Allah dan memandang Baik prilaku yang disandarkan pada aturan Allah. Itulah seorang muslim sejati, halal - haram adalah patokannya, bukan manfaat atau yang lainnya...
Berbeda dengan orang - orang liberal kapitalis yang menjadikan manfaat sebagai tolak ukurnya, termasuk dalam memadang wanita. Mereka memandang wanita sebagai objek eksploitasi yang bisa mendatangkan keuntungan berupa materi ataupun berupa kepuasan....lihat saja iklan - iklan di TV, apa hubungannya coba iklan mie outomotive dengan wanita cantik, iklan mie instan dengan tubuh wanita. Gak nyambung kan......ajang - ajang 'bergengsi' seperti miss universe yang mengharuskan wanita untuk berani tampil buka - bukaan, puteri indonesia, dan ajang2 lainnya.
Dalam buku yang kebetulan baru saya baca, bagaimana seorang wanita muslim begitu memuji logika berpikir barat yang memberikan wanita 'kemerdekaan' dalam arti kebebasan untuk bergaul sebebas - bebasnya, bisa memiliki anak tanpa harus terikat perkawinan, pokoknya aturan agama gak berlaku deh...apalagi aturan islam. Wajar aja sob kalo yang mikir gini adalah orang - orang barat yang notabennya adalah non muslim dan mengusung pemikiran sekular (memisahkan agama dari kehidupan)...pokoke agama jauh - jauh deh, agama cuma boleh berlaku di tempat - tempat ibadah dan ranah pribadi.
Tapi bahayanya, pemikiran sekular inipun 'disuntikkan' di benak - benak kaum muslimin, dan kita bisa lihat sekarang, kebanyakan generasi muslim telah memiliki tolak ukur ala barat, manfaat dan kepuasan....yang penting happyyyyyy!!!
Nah gimana donk caranya agar kita dan orang lain bisa berprilaku & memberikan penilaian terhadap sesuatu sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Allah SWT. Jawabannya cuma 1, mari kita kaji islam lebih dalam lagi. Belajar...belajar...dan belajar. Bagaimana kita bisa tahu tentang islam kalo kita sendiri tidak pernah mau tahu lebih jauh tentangnya. Bagaimana kita bisa tahu kalo ada kewajiban menutup aurat dalam Alqur'an kalo kita cuma baca alqur'an setahun 1 x pas ramadhan, itupun cuma arabnya doank...nggak ngertii!!! Nah lhooo...Katanya alqur'an pedoman
hidup..tapi gak pernah dibuka. padahal dalam menjalani hidup ini kita butuh panduan agar bisa terus berjalan dan sampai ke tujuan yang tepat yaitu ridha Allah yg berbuah surga, jangan sampai malah jalan menuju ke neraka. Nah 'guide' yang telah diberikan oleh Allah adalah alqur'an dan as sunnah, bukan yang lain...!!! sepakat??? sepakat donk, hehee..
Ibaratnya nih kamu pergi ke Jerman yang sebelumnya kamu belum pernah kesana. Untuk dapat sampai ke tempat tujuan kamu udah diberi peta, tapi masalahnya kamu gak pernah mau buka tuh peta, nanya ke orang juga ogah...kamu cuma pengen jalan pake 'insting' n sesuka kakimu melangkah...nah lhooo bisa tebak sendiri donk ending dari ceritanya...
So girls, ayo buka mata, buka telinga dan buka hati kita untuk sama - sama memahami islam. setela paham..ayo kita terapkan dalam menjalani kehidupan. Setelahnya apakah selesai...oh tentu tidak, gak mau donk soleh sendiri...surga itu terlalu luas untuk ditempati sendiri, gak asyik donk.
Di luar sana banyak sodara2 muslim kita yg belum tahu tentang aturan main islam. Bisa jadi ada seorang wanita yang berprilaku yang menyalahi aturan islam (mis berpamer aurat ria, gaul bebas, dsb) bukan karena sengaja....bisa jadi karena ketidaktahuan mereka dan pengaruh lingkungan tempat mereka hidup. Tidak pantas kita membenci mereka, justru selayaknya kita kasihan pada mereka. Prilakunyalah yang kita benci, bukan orangnya. Karena sekali lagi, bisa jadi mereka melakukan itu karena tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu salah di mata Allah.
Nah tugas kita yang udah paham nih dengan aturan2 islam *walopun yang kita pahami baru sangat sedikit, adalah berbagi...tugas kitalah mengingatkan & memahamkan mereka. Karena mereka adalah saudara kita...bukankah seorang muslim yang satu dengan yang lain itu adalah saudara, bahkan diibaratkan sebagai 1 tubuh.
Sekarang...tentukan tolak ukurmu...manfaatkah atau ridha Allah (halal - haram) kah?
Okkay pren, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika masih banyak salah dan kekurangan. Karena kebenaran hanya milik Allah, dan kekeliruan adalah semata - mata dari penulis yang masih harus dan terus untuk banyak belajar. (^_^)
Wallahu a’lam
Komentar
Posting Komentar