Langsung ke konten utama

Ketika 'Diam' Menjadi Musibah


Assalamu'alaikum...Hi sob, apa kabar???
Alhamdulillah bisa bertemu kalian lagi dalam tulisan kali ini :)

Oke..oke..langsung aja, di tulisan kali ini kita akan mengupas sedikit tentang "DIAM" dan apa dampaknya bagi kita. Kenapa sedikit??? karena ntar kalo kebanyakan kalian pada bosan N 'mabok' dengan tulisan ini. Baiklah...selamat membaca!!!

Diam bukanlah apa-apa?!

Sob, jujur deh..mungkin diantara kita sering berpikir bahwa jika kita diam, maka:
  • Diamnya kita tidak akan menguntungkan bagi siapapun sekaligus juga tidak akan merugikan siapapun.
  • Tidak ada manfaatnya, tidak pula ada mudharat yang ditimbulkan dari diamnya kita.
  • Tidak ada pahala yang di dapat, juga tidak ada dosa yang diperbuat.
Yupz, bagi kita diam tidak akan menyebabkan apapun, diam bukanlah suatu kejahatan. Atau kadang kita berpikir lebih baik diam daripada banyak bicara sehingga menimbulkan banyak dosa, atau lebih baik diam daripada menyakiti orang. Apalagi dengan senjata "Diam itu Emas" waittzzzzz...ayolah sob, ini bukan tempatnya, bukan itu yang ingin kita bahas disini.

Nah sob, sadar nggak sih terkadang pada diri kita terbesit pemikiran seperti itu??? Hyooo ngakuu aja hehee..
Oke, deh sob kalo diantara kita masih ada yang berpikir seperti itu, coba deh kita tengok 2 ayat Allah yang indah berikut:

"Sesungguhnya, kami benar - benar telah menciptakan manusia dalam sebaik - baik bentuk. kemudian kami lemparkan mereka ke dalam tempat yang serendah - rendahnya." (TQS. At - Tiin;4-5)

Subhanallah...betapa indah rangkaian ayat Allah di atas. Ayat yang begitu indah, tetapi... mengguncang dada.

Kenapa indah namun mampu mengguncang dada?? coba perhatikan kembali baik - baik. Lihatlah, pada ayat ke-4 Allah memuji kita manusia dengan mengatakan bahwa Dia telah menciptakan kita manusia dengan bentuk yang sebaik - baiknya (siapa sih yang nggak dibuat terpesona dengan pujian-Nya itu) tapi kemudian di ayat berikutnya Allah memberikan kabar yang mengejutkan kepada kita bahwa kemudian Dia akan melemparkan kita pada tempat yang serendah - rendahnya, tempat yang hina.

Ya, artinya manusia pada dasarnya akan mengalami dua keadaan, yaitu diciptakan dalam bentuk terbaik kemudian dihempaskan ke tempat yang hina. Waddduhh..koq serem amat...???
Ooopzz sebentar...jangan panik dulu sob, mari kita lanjutkan ke ayat berikutnya.
" Kecuali orang - orang yang beriman dan beramal shalih, maka bagi mereka balasan yang tak pernah putus." (TQS. At-Tiin : 6)

Oowhh...Ternyata pada ayat berikutnya Allah memberikan pengecualian. jadi sedikit menyimpulkan dari ketiga ayat di atas bahwa sesungguhnya seluruh manusia itu diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang seeeeeeebaik-baiknya, dan kemudian seluruhnya dihempaskan oleh Allah ke tempat yang paling rendah (hina), kecuali manusia yang beriman - dan beramal shalih.

Sampai sini paham??? maaf kalo penjelasan ini berbelit - belit dan membuat kening kalian mengerut dan alis mata bertaut, sungguh nggak bermaksud (^_^)V

Mari kita renungkan ketiga ayat di atas.
Intinya , manusia setelah diciptakan dalam bentuk terbaik memiliki kecenderungan untuk menjadi hina. Semua, ya semuanya. maka tanpa berbuat apapun manusia akan menjadi hina.
Sebagaimana ketika kita terjun ke sebuah sungai maka tanpa berenang/berbuat apapun (diam) kita pasti akan tenggelam dan hanyut terbawa arus. Illa (kecuali) jika kita berenang melawan arus, dan mencari pegangan yang kokoh maka kita bisa selamat.

Nah lhooo..dah mulai pusing yaa??.. (^_^)
Hehee..saiia juga pusing mikirin bagaimana menyederhanakan bahasanya :D

Begitu juga dengan manusia ketika menjalani arus kehidupan di dunia ini. Diam, tanpa berbuat maksiat sekalipun manusia tetap akan 'dilempar' ke tempat yang hina, sebagaimana yang dikabarkan oleh ayat di atas (at - tiin :4-5).
Tapi kemudian Allah memberikan pengecualian, yaitu kepada manusia yang mau 'berenang melawan arus', yaitu orang yang beriman dan beramal shalih. Merekalah manusia - manusia yang bergerak melawan arus yang akan menyeret pada kehinaan, mereka mencari pegangan yang kokoh agar tidak hanyut menuju tempat yang hina.

Kesimpulannya sederhana :
Kita manusia adalah mahluk yang paaaaaaaaaaaaaling sempurna dan terindah yang diciptakan oleh Allah SWT, jika dalam kehidupan ini kita hanya diam mengikuti 'seperti air mengalir' maka kita akan dilemparkan oleh Allah ke tempat yang serendah - rendahnya. Dan untuk tetap bertahan di tempat yang terindah ini, maka kita perlu bergerak, bertahan dan mencari pegangan yang kokoh. Kita harus beriman dan beramal shalih.
Apa pegangan yang kokoh itu?? Dialah iman yang kokoh, sekokoh karang. bukan iman yang serapuh 'kerupuk'.

Nah sekarang, masihkah kita berfikir bahwa tidak melakukan apa - apa, tidak akan menyebabkan apa - apa bagi hidup kita???

Baiklah sobat, sampai sini dulu..ntar kita sambung lagi okkay!!! semoga bermanfaat (^_^)

Inspired by : Buku "Melawan dengan cinta" N orang2 disekelilingku... (^_^)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulailah Menulis!

  Pernah ga sih kamu kesulitan saat ingin menulis sesuatu? Merasa bingung mau memulai dengan kata – kata apa. Atau sebaliknya, lagi asik nulis suatu cerita, eh tiba di pertengahan cerita malah ngerasa ngambang terus bingung mau dibawa kemana nih ending ceritanya. Aku juga ngerasain hal itu loh. Dan ternyata, ada banyak orang di luar sana yang punya kesulitan yang sama saat membuat tulisan. Ada yang sulit mengawali, ada pula yang sulit mengakhiri ceritanya. Nah, bersyukur banget nih malam ini aku berkesempatan untuk hadir di acara “Ngobrol Santai bersama Penulis Ibukota”. Acara yang disponsori dan dimotori langsung oleh Book & Café Nunukan. Gak nangung – nanggung, acara ngobrol santai ini menghadirkan 3 pembicara yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis. Sebut saja bapak Masri Sareb Putra, penulis 106 judul buku, salah satu dosen Universitas Multimedia Nusantara. Kemudian ada kang Pepih Nugraha, wartawan kompas 1990 – 2016, pendiri Kompasiana.com dan Pepnews. Dan...

Muhammad al-Fatih Secrets Revealed!

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Salah satu bisyarah yang dapan menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat: فقال عبد الله بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي المدينتين تفتح أولا قسطنطينية أو رومية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مدينة هرقل تفتح أولا يعني قسطنطينية Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulul...

AYO JADI BINTANG!!!

Yang saya maksud di sini bintang beneran lho, bukan bintang film, bintang iklan,bintang kelas dan sejenisnya. Yang kayak gitu mah lewaaaaaaat…ga perlu di pikirin. Yang kita omongin dimaksud disini adalah BINTANG beneran. Yang ada nun jauh di langit sana. Truz, hubungannya dengan kita??? Nah ini dia nich : Sebenarnya, bintang – bintang itu nggak Cuma ada di langit lhooooo… Di bumi juga ada koQ Bintang – bintang yang bersinar karena kemilau iman di dadanya Bintang yang bersinar karena kemilau ahlaknya Bintang yang bersinar karena ketinggian ilmunya Bintang yang berisnar karena paling bermanfaan bagi sesam a Ayo bersiap menjadi salah satu dari bintang – bintang itu, teruslah bersinar…. Jadilah bintang sejati yang meneramgi orang – orang di sekelilingmu “ (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki – laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan disebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), pada hari ini ada berita untukmu, (yaitu...