
Assalamu'alaikum...Hi sob, apa kabar???
Alhamdulillah bisa bertemu kalian lagi dalam tulisan kali ini :)
Oke..oke..langsung aja, di tulisan kali ini kita akan mengupas sedikit tentang "DIAM" dan apa dampaknya bagi kita. Kenapa sedikit??? karena ntar kalo kebanyakan kalian pada bosan N 'mabok' dengan tulisan ini. Baiklah...selamat membaca!!!
Diam bukanlah apa-apa?!
Sob, jujur deh..mungkin diantara kita sering berpikir bahwa jika kita diam, maka:
Nah sob, sadar nggak sih terkadang pada diri kita terbesit pemikiran seperti itu??? Hyooo ngakuu aja hehee..
Oke, deh sob kalo diantara kita masih ada yang berpikir seperti itu, coba deh kita tengok 2 ayat Allah yang indah berikut:
"Sesungguhnya, kami benar - benar telah menciptakan manusia dalam sebaik - baik bentuk. kemudian kami lemparkan mereka ke dalam tempat yang serendah - rendahnya." (TQS. At - Tiin;4-5)
Subhanallah...betapa indah rangkaian ayat Allah di atas. Ayat yang begitu indah, tetapi... mengguncang dada.
Kenapa indah namun mampu mengguncang dada?? coba perhatikan kembali baik - baik. Lihatlah, pada ayat ke-4 Allah memuji kita manusia dengan mengatakan bahwa Dia telah menciptakan kita manusia dengan bentuk yang sebaik - baiknya (siapa sih yang nggak dibuat terpesona dengan pujian-Nya itu) tapi kemudian di ayat berikutnya Allah memberikan kabar yang mengejutkan kepada kita bahwa kemudian Dia akan melemparkan kita pada tempat yang serendah - rendahnya, tempat yang hina.
Ya, artinya manusia pada dasarnya akan mengalami dua keadaan, yaitu diciptakan dalam bentuk terbaik kemudian dihempaskan ke tempat yang hina. Waddduhh..koq serem amat...???
Ooopzz sebentar...jangan panik dulu sob, mari kita lanjutkan ke ayat berikutnya.
" Kecuali orang - orang yang beriman dan beramal shalih, maka bagi mereka balasan yang tak pernah putus." (TQS. At-Tiin : 6)
Oowhh...Ternyata pada ayat berikutnya Allah memberikan pengecualian. jadi sedikit menyimpulkan dari ketiga ayat di atas bahwa sesungguhnya seluruh manusia itu diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang seeeeeeebaik-baiknya, dan kemudian seluruhnya dihempaskan oleh Allah ke tempat yang paling rendah (hina), kecuali manusia yang beriman - dan beramal shalih.
Sampai sini paham??? maaf kalo penjelasan ini berbelit - belit dan membuat kening kalian mengerut dan alis mata bertaut, sungguh nggak bermaksud (^_^)V
Mari kita renungkan ketiga ayat di atas.
Intinya , manusia setelah diciptakan dalam bentuk terbaik memiliki kecenderungan untuk menjadi hina. Semua, ya semuanya. maka tanpa berbuat apapun manusia akan menjadi hina.
Sebagaimana ketika kita terjun ke sebuah sungai maka tanpa berenang/berbuat apapun (diam) kita pasti akan tenggelam dan hanyut terbawa arus. Illa (kecuali) jika kita berenang melawan arus, dan mencari pegangan yang kokoh maka kita bisa selamat.
Nah lhooo..dah mulai pusing yaa??.. (^_^)
Hehee..saiia juga pusing mikirin bagaimana menyederhanakan bahasanya :D
Begitu juga dengan manusia ketika menjalani arus kehidupan di dunia ini. Diam, tanpa berbuat maksiat sekalipun manusia tetap akan 'dilempar' ke tempat yang hina, sebagaimana yang dikabarkan oleh ayat di atas (at - tiin :4-5).
Tapi kemudian Allah memberikan pengecualian, yaitu kepada manusia yang mau 'berenang melawan arus', yaitu orang yang beriman dan beramal shalih. Merekalah manusia - manusia yang bergerak melawan arus yang akan menyeret pada kehinaan, mereka mencari pegangan yang kokoh agar tidak hanyut menuju tempat yang hina.
Kesimpulannya sederhana :
Kita manusia adalah mahluk yang paaaaaaaaaaaaaling sempurna dan terindah yang diciptakan oleh Allah SWT, jika dalam kehidupan ini kita hanya diam mengikuti 'seperti air mengalir' maka kita akan dilemparkan oleh Allah ke tempat yang serendah - rendahnya. Dan untuk tetap bertahan di tempat yang terindah ini, maka kita perlu bergerak, bertahan dan mencari pegangan yang kokoh. Kita harus beriman dan beramal shalih.
Apa pegangan yang kokoh itu?? Dialah iman yang kokoh, sekokoh karang. bukan iman yang serapuh 'kerupuk'.
Nah sekarang, masihkah kita berfikir bahwa tidak melakukan apa - apa, tidak akan menyebabkan apa - apa bagi hidup kita???
Baiklah sobat, sampai sini dulu..ntar kita sambung lagi okkay!!! semoga bermanfaat (^_^)
Inspired by : Buku "Melawan dengan cinta" N orang2 disekelilingku... (^_^)
Alhamdulillah bisa bertemu kalian lagi dalam tulisan kali ini :)
Oke..oke..langsung aja, di tulisan kali ini kita akan mengupas sedikit tentang "DIAM" dan apa dampaknya bagi kita. Kenapa sedikit??? karena ntar kalo kebanyakan kalian pada bosan N 'mabok' dengan tulisan ini. Baiklah...selamat membaca!!!
Diam bukanlah apa-apa?!
Sob, jujur deh..mungkin diantara kita sering berpikir bahwa jika kita diam, maka:
- Diamnya kita tidak akan menguntungkan bagi siapapun sekaligus juga tidak akan merugikan siapapun.
- Tidak ada manfaatnya, tidak pula ada mudharat yang ditimbulkan dari diamnya kita.
- Tidak ada pahala yang di dapat, juga tidak ada dosa yang diperbuat.
Nah sob, sadar nggak sih terkadang pada diri kita terbesit pemikiran seperti itu??? Hyooo ngakuu aja hehee..
Oke, deh sob kalo diantara kita masih ada yang berpikir seperti itu, coba deh kita tengok 2 ayat Allah yang indah berikut:
"Sesungguhnya, kami benar - benar telah menciptakan manusia dalam sebaik - baik bentuk. kemudian kami lemparkan mereka ke dalam tempat yang serendah - rendahnya." (TQS. At - Tiin;4-5)
Subhanallah...betapa indah rangkaian ayat Allah di atas. Ayat yang begitu indah, tetapi... mengguncang dada.
Kenapa indah namun mampu mengguncang dada?? coba perhatikan kembali baik - baik. Lihatlah, pada ayat ke-4 Allah memuji kita manusia dengan mengatakan bahwa Dia telah menciptakan kita manusia dengan bentuk yang sebaik - baiknya (siapa sih yang nggak dibuat terpesona dengan pujian-Nya itu) tapi kemudian di ayat berikutnya Allah memberikan kabar yang mengejutkan kepada kita bahwa kemudian Dia akan melemparkan kita pada tempat yang serendah - rendahnya, tempat yang hina.
Ya, artinya manusia pada dasarnya akan mengalami dua keadaan, yaitu diciptakan dalam bentuk terbaik kemudian dihempaskan ke tempat yang hina. Waddduhh..koq serem amat...???
Ooopzz sebentar...jangan panik dulu sob, mari kita lanjutkan ke ayat berikutnya.
" Kecuali orang - orang yang beriman dan beramal shalih, maka bagi mereka balasan yang tak pernah putus." (TQS. At-Tiin : 6)
Oowhh...Ternyata pada ayat berikutnya Allah memberikan pengecualian. jadi sedikit menyimpulkan dari ketiga ayat di atas bahwa sesungguhnya seluruh manusia itu diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang seeeeeeebaik-baiknya, dan kemudian seluruhnya dihempaskan oleh Allah ke tempat yang paling rendah (hina), kecuali manusia yang beriman - dan beramal shalih.
Sampai sini paham??? maaf kalo penjelasan ini berbelit - belit dan membuat kening kalian mengerut dan alis mata bertaut, sungguh nggak bermaksud (^_^)V
Mari kita renungkan ketiga ayat di atas.
Intinya , manusia setelah diciptakan dalam bentuk terbaik memiliki kecenderungan untuk menjadi hina. Semua, ya semuanya. maka tanpa berbuat apapun manusia akan menjadi hina.
Sebagaimana ketika kita terjun ke sebuah sungai maka tanpa berenang/berbuat apapun (diam) kita pasti akan tenggelam dan hanyut terbawa arus. Illa (kecuali) jika kita berenang melawan arus, dan mencari pegangan yang kokoh maka kita bisa selamat.
Nah lhooo..dah mulai pusing yaa??.. (^_^)
Hehee..saiia juga pusing mikirin bagaimana menyederhanakan bahasanya :D
Begitu juga dengan manusia ketika menjalani arus kehidupan di dunia ini. Diam, tanpa berbuat maksiat sekalipun manusia tetap akan 'dilempar' ke tempat yang hina, sebagaimana yang dikabarkan oleh ayat di atas (at - tiin :4-5).
Tapi kemudian Allah memberikan pengecualian, yaitu kepada manusia yang mau 'berenang melawan arus', yaitu orang yang beriman dan beramal shalih. Merekalah manusia - manusia yang bergerak melawan arus yang akan menyeret pada kehinaan, mereka mencari pegangan yang kokoh agar tidak hanyut menuju tempat yang hina.
Kesimpulannya sederhana :
Kita manusia adalah mahluk yang paaaaaaaaaaaaaling sempurna dan terindah yang diciptakan oleh Allah SWT, jika dalam kehidupan ini kita hanya diam mengikuti 'seperti air mengalir' maka kita akan dilemparkan oleh Allah ke tempat yang serendah - rendahnya. Dan untuk tetap bertahan di tempat yang terindah ini, maka kita perlu bergerak, bertahan dan mencari pegangan yang kokoh. Kita harus beriman dan beramal shalih.
Apa pegangan yang kokoh itu?? Dialah iman yang kokoh, sekokoh karang. bukan iman yang serapuh 'kerupuk'.
Nah sekarang, masihkah kita berfikir bahwa tidak melakukan apa - apa, tidak akan menyebabkan apa - apa bagi hidup kita???
Baiklah sobat, sampai sini dulu..ntar kita sambung lagi okkay!!! semoga bermanfaat (^_^)
Inspired by : Buku "Melawan dengan cinta" N orang2 disekelilingku... (^_^)
Komentar
Posting Komentar