Langsung ke konten utama

Menjadi Wanita Luar Biasa dari Balik Layar


Di balik laki – laki yang hebat, ada perempuan yang hebat. Mungkin kita sudah sering mendengar kalimat tersebut yang sebenarnya ditujukan sebagai pujian terhadap kaum perempuan, baik perannya sebagai istri maupun sebagai ibu. Memang benar, para pemimpin atau orang – orang yang sukses biasanya selalu di ‘dongkrak’ oleh dukungan dari keluarga terutama istri atau ibunya. Itulah luar biasanya seorang wanita. Dengan hal ini, seharusnya kaum perempuan merasa bangga karena telah bisa memberikan kontribusi yang luar biasa walaupun hanya ‘dibalik layar’.

Namun fakta saat ini menunjukkan, kebanyakan kaum perempuan saat ini tidak lagi bangga bisa menjadi pemain ‘di balik layar’ yang bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan peradaban. Kebenyakan mereka saat ini lebih memilih disibukkan dengan segudang aktifitas karir mereka ketimbang mengurus keluarga mereka. Kaum perempuan tidak lagi terfokus untuk mendidik anak – anaknya sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas. Sehingga mereka ingin menunjukkan bahwa merekapun bisa dan berhak bermain di ‘depan layar’. Sehingga, permasalahan sistemikpun bermunculan, seperti meroketnya angka perceraian, broken home yang selanjutnya menimbulkan permasalahan pada anak.

Hal ini tidak terjadi begitu saja, jika kita cermati ada upaya sistematis untuk menggiring wanita keluar dari rumahnya dan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Hal ini dilakukan dengan dengan dicekokiny. Yang membuat para perempuan merasa dirinya didiskriminasi jika hanya berada di ‘balik layar’ bagi kaum laki – laki, sehingga mereka merasa perlu untuk menunjukkan bahwa merekapun bisa bermain setara dengan laki – laki, baik dalam rumah tangga, mencari nafkah bahkan duduk di kepemimpinan sekalipun. Inilah relaitas yang terjadi pada para perempuan hari ini. Wajar jika bangsa ini semakin terpuruk karena para perempuannya tidak lagi focus untuk mencetak generasi generasi penerus peradaban bangsa.

Sebagai negri dengan penduduk mayoritas muslim, seorang wanita muslim seharusnya merasa bangga menjadikan dirinya sebagai ‘dongkrak’ bagi kemajuan bangsa ini dengan lahirnya para pemimpin dan generasi penerus dari asuhannya. Tanpa merasa didiskriminasi dan harus menyetarakan diri dengan laki – laki. Wanita tidak diwajibkan mencari nafkah, melainkan dinafkahi. Ia tetap boleh bekerja dengan catatan tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri sekaligus ibu. Karena , dalam pandangan islam, kewajiban utama bagi wanita adalah ibu dan pengatur rumah tangga. Ini bukanlah, tugas yang mudah, untuk itu Allah memberikan kemuliaan bagi wanita yang sukses melakukan tugas ini. Jika Allah telah memberikan kemuliaan bagi para wanita dengan menjadi ibu dan pengatur rumah tangga. Jadi, untuk apa wanita harus mengikuti pemikiran – pemikiran yang ditanamkan oleh barat dan menjadi sasaran dieksploitasi habis – habisan seperti yang terjadi saat ini, yang justru menghinakan kaum wanita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulailah Menulis!

  Pernah ga sih kamu kesulitan saat ingin menulis sesuatu? Merasa bingung mau memulai dengan kata – kata apa. Atau sebaliknya, lagi asik nulis suatu cerita, eh tiba di pertengahan cerita malah ngerasa ngambang terus bingung mau dibawa kemana nih ending ceritanya. Aku juga ngerasain hal itu loh. Dan ternyata, ada banyak orang di luar sana yang punya kesulitan yang sama saat membuat tulisan. Ada yang sulit mengawali, ada pula yang sulit mengakhiri ceritanya. Nah, bersyukur banget nih malam ini aku berkesempatan untuk hadir di acara “Ngobrol Santai bersama Penulis Ibukota”. Acara yang disponsori dan dimotori langsung oleh Book & Café Nunukan. Gak nangung – nanggung, acara ngobrol santai ini menghadirkan 3 pembicara yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis. Sebut saja bapak Masri Sareb Putra, penulis 106 judul buku, salah satu dosen Universitas Multimedia Nusantara. Kemudian ada kang Pepih Nugraha, wartawan kompas 1990 – 2016, pendiri Kompasiana.com dan Pepnews. Dan...

Muhammad al-Fatih Secrets Revealed!

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Salah satu bisyarah yang dapan menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat: فقال عبد الله بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي المدينتين تفتح أولا قسطنطينية أو رومية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مدينة هرقل تفتح أولا يعني قسطنطينية Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulul...

AYO JADI BINTANG!!!

Yang saya maksud di sini bintang beneran lho, bukan bintang film, bintang iklan,bintang kelas dan sejenisnya. Yang kayak gitu mah lewaaaaaaat…ga perlu di pikirin. Yang kita omongin dimaksud disini adalah BINTANG beneran. Yang ada nun jauh di langit sana. Truz, hubungannya dengan kita??? Nah ini dia nich : Sebenarnya, bintang – bintang itu nggak Cuma ada di langit lhooooo… Di bumi juga ada koQ Bintang – bintang yang bersinar karena kemilau iman di dadanya Bintang yang bersinar karena kemilau ahlaknya Bintang yang bersinar karena ketinggian ilmunya Bintang yang berisnar karena paling bermanfaan bagi sesam a Ayo bersiap menjadi salah satu dari bintang – bintang itu, teruslah bersinar…. Jadilah bintang sejati yang meneramgi orang – orang di sekelilingmu “ (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki – laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan disebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), pada hari ini ada berita untukmu, (yaitu...