Langsung ke konten utama

Aborsi, Kebebasan Tanpa Batasan

Sungguh miris jika kita melihat realita aborsi yang terjadi di depan mata kita, Walaupun bukti-bukti yang dapat dipercaya tidak tersedia, para peneliti memperkirakan bahwa setiap tahunnya sekitar dua juta aborsi yang diinduksi terjadi di Indonesia. Di Indonesia sendiri saat ini hukum tentang aborsi didasarkan pada hukum kesehatan tahun 1992. Walaupun bahasa yang digunakan untuk aborsi adalah samar-samar, secara umum hukum tersebut mengizinkan aborsi bila perempuan yang akan melakukan aborsi mempunyai surat dokter yang mengatakan bahwa kehamilan-nya membahayakan kehidupannya. Namun faktanya, realita yang terjadi saat ini adalah aborsi banyak dilakukan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagian besar dari mereka melakukan aborsi adalah mereka yang tidak menginginkan kelahiran sang bayi karena merupakan hasil dari hubungan yang memang terlarang (free sex). Dan mirisnya lagi kebanyakan mereka yang melakukan aborsi itu adalah para remaja yang sejatinya mereka adalah calon – calon penerus bangsa ini, yang nantinya berperan penuh dan menjadi penentu penentu baik buruknya bangsa ini di masa yang akan datang. Bagaimanakah mereka dimasa depan, apakah menjadi pembangun atau malah menjadi penghancur peradaban bangsa ini? Sejatinya, orang tua, masyarakat dan negaralah yang memiliki tanggung jawab untuk mencari solusi dan menuntaskan masalah ini. Terutama di tengah – tengah gempuran arus liberalisasi yang kebablasan seperti saat ini yang makin menyeret khususnya para remaja ke dalam arus yang semakin tidak terkendali seperti gaya hidup yang hedonis, permisif, bebas berprilaku dari segala norma – norma agama, moral maupun aturan – aturan yang berlaku di masyarakat. Inilah salah satu dari sekian banyak fakta yang tejadi di masyarakat saat ini yang tidak lain merupakan buah dari liberalisme yang kian menggerogoti kehidupan bangsa ini. Inilah saatnya peran dari orang tua, masyarakat dan Negara dibutuhkan untuk bersatu menuntaskan masalah ini dan kembali membangun bangsa ini dengan mempersiapkan generasi – generasi unggul sebagai penentu masa depan bangsa. Inilah saatnya kita kembali kepada satu – satunya solusi yang memang sudah terbukti mampu membangun peradaban cemerlang selama hampir 14 abad lamanya. Kini saatnya kita kembali pada aturan syariah islam yang merupakan solusi tebentuknya para remaja – remaja berkualitas yang jauh dari gaya hidup bebas tanpa batas. 

Komentar

  1. sungguh sungguh sangat keterlaluan. Bukannya manusia itu ciptaan paling sempurna dihadapan Allah? salah satu alasannya karena manusia dibekali "akal" sedangkan ciptaan yang lain tidak.
    tapi hewan aja, yang tidak dibekali akal ga pernah membunuh anaknya sendiri.
    tapi manusia???
    naudzubillah...
    anak yang belum lahir aja udh keburu dibunuh.

    jadi mana yang lebih tepat dikatakan berakal?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is me....

Huppppzz...hari ini kuliah cuma setengah hari mata kuliah perencanaan produksi. Biasalah dosen pada sibuuuuuuuuuk.... Ya udah dech pulang ke kost. Daripada cuma bengong kayak sapi ompong akhirnya ni tangan gatel juga buat utak atik laptop N jadilah blog ini. jadi kalo banyak kekurangan maaf dech, namanya juga baru belajar heheeee... Aku sengeja buat blog ini buat menyalurkan hobby nulis - nulis ( walaupun tulisanya masih ga bagus) soalnya disini aku bisa ngungkapin apa yang ada di pikiranku, entah itu aku lagi seneng, kesal, sedih atau lagi ingin beropini ya disinilah tempatku. Pokoknya disini aku bisa CurHat N CurPik dech..

Inspirasi Hari Ini : Kamis, 17 Juli 2014

Jam mengajar seperti hari – hari sebelumnya, setelah selesai bercuap – cuap menjelaskan materi pelajaran. Saya menuliskan rangkuman pelajaran di papan tulis untuk di catat oleh anak – anak. Tidak banyak, hanya lima baris kalimat. Tak tega rasanya membuat mereka terlalu banyak menulis, selain kasihan tangan mereka sakit saya juga khawatir mereka jadi cepat bosan. Entah karena masih dalam masa transisi dari kelas 1 ke kelas 2, atau karena sudah cukup lama libur membuat mereka jadi lebih lambat menulis dibanding saat mereka di kelas 1. Untuk menyiasatinya, saya memberikan batas waktu mereka dalam menulis, sehingga mereka termotivasi untuk adu cepat menulis, tentu saja saya tetap menekankan anak – anak untuk menjaga kerapian tulisannya. “Tujuh menit lagi….” Ucap saya sembari melihat jam tangan saya, yang sebenarnya tidak benar – benar saya perhatikan waktunya. “Whaaaaaa…” terdengar siswa saya mulai tidak sabar menyelesaikan tulisannya. Tak lama kemudian, “Lima me...

Seks Bebas Remaja, Nggak banget dech!

Maraknya kegiatan remaja sekarang dalam melakukan seks bebas di nengri ini nggak kepalang tanggung. Nggak cuma di kota aja lho, di kampung2 pun 'ritual' ini sudah menjadi hal yang banyak ditemukan kasusnya. Dua orang wanita hamil oleh satu laki2, atau seorang wanita hamil tapi nggak tahu lelaki mana yang menghamilinya. Yupz, parah banget kan pren?! Bahkan kasus2 seperti ini terjadi mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai artis N pejabat sekalipun. Bahkan ada artis yang nggak malu2 nyatain kalo dirinya sedang hamil walaupun belum menikah (urat malunya udah putus kali yeeeeeeee) Penyebab maraknya gaya hidup seperti ini salah satunya adalah 'bergentayangannya' tontonan2 yang mengundang syahwat di media2, seperti halnya film2, iklan yang penuh dengan obral aurat dan masih banyak lagi yang menuntun adrenalin tubuh terpacu dengan cepat. Bagi yang imannya tipi, hemmmm...siap2 dech jadi korban. Salah satu solusi yang tepat adalah, media televisi seharusnya tidak lagi menay...