Langsung ke konten utama

Postingan

Inspirasi Hari Ini : Jumat, 18 Juli 2014

Pagi tadi waktu saya lagi siap – siap ke sekolah, terdengar ada yang sedang memanggil, “Bu….ibuuuu….!” saya tahu bukan saya yang dipanggil, tapi iseng saya tengok lewat jendela yang kebetulan dekat dengan tempat saya sedang berdiri ngaca. Ternyata, suara itu berasal dari seorang bapak yang sedang memanggil – manggil ibu di samping rumah saya. Tapi si empunya rumah gak keluar – keluar juga, “mungkin masih tidur.” Pikirku Si bapak tampaknya masih enggan beranjak, sesekali terdengar suaranya memanggil – manggil kembali. Penasaran membuat saya kembali menyingkap tirai, pengan tau si bapak mau ngapain sih. Baru nyadar, ternyata saya kepo juga ya heheheee…. Saya lihat si bapak meletakkan karung yang dibawanya di atas bangku panjang milik si ibu. Sambil menunggu si bapak mengeluarkan isi karungnya dan menatanya. Ternyata isinya kacang panjang dan cempedak. Saya keluar rumah dan menengok ke arah tempat parkir, dan ternyata motor si ibu yang dari tadi dipanggil – panggil tid...

Inspirasi Hari Ini : Kamis, 17 Juli 2014

Jam mengajar seperti hari – hari sebelumnya, setelah selesai bercuap – cuap menjelaskan materi pelajaran. Saya menuliskan rangkuman pelajaran di papan tulis untuk di catat oleh anak – anak. Tidak banyak, hanya lima baris kalimat. Tak tega rasanya membuat mereka terlalu banyak menulis, selain kasihan tangan mereka sakit saya juga khawatir mereka jadi cepat bosan. Entah karena masih dalam masa transisi dari kelas 1 ke kelas 2, atau karena sudah cukup lama libur membuat mereka jadi lebih lambat menulis dibanding saat mereka di kelas 1. Untuk menyiasatinya, saya memberikan batas waktu mereka dalam menulis, sehingga mereka termotivasi untuk adu cepat menulis, tentu saja saya tetap menekankan anak – anak untuk menjaga kerapian tulisannya. “Tujuh menit lagi….” Ucap saya sembari melihat jam tangan saya, yang sebenarnya tidak benar – benar saya perhatikan waktunya. “Whaaaaaa…” terdengar siswa saya mulai tidak sabar menyelesaikan tulisannya. Tak lama kemudian, “Lima me...

Pesan Cinta Seorang Sahabat

Tak kngen kah kau ngaji lg? Brjuang lg… tuk bkl qt di alm sna? Tak kngen kah kau … Ktka ucpn takbir kluar dr mulut dan hti yg mukhlis? Hyolah…bergerak! Demi Allah…bkn yg lain. Smngt! :D To: Mye2 Date: 8 Sep 20:21 Itulah salah satu pesan singkat dari sekian banyak pesan yang masuk di handphonku. Pesan yang selalu membuatku sedih…perih. Perih sekali. Pesan dari seorang sahabat nun jauh di sana…Cimahi. Sahabat yang selama hampir empat tahun menemani langkahku melewati hari – hari yang penuh makna dan tak terlupakan. Sudah sering kali sahabatku yang satu ini mengirimkan pesan serupa. Bukan tanpa sebab, melainkan tak lain adalah untuk terus mendorongku…menyemangatiku untuk terus mengkaji dan terus berjuang bersama saudara – saudaraku yang lain yang hingga detik ini masih lantang dan dengan sepenuh jiwa raga memperjuangkan kembali ditegakkannya hukum Allah di muka bumi ini. sedangkan aku… apa yang aku lakukan saat ini. semenjak lulus dari bangku kuliah dan harus ...

~Sepenggal Kisah Rencana Penghancuran Ka’bah~

~Sepenggal Kisah Rencana Penghancuran Ka’bah~   Beberapa saat sebelum melaksanakan rencananya menghancurkan Ka’bah, Abrahah mengirim seorang delegasi bernama Hanathah Al – Himyari ke Mekkah untuk mencari siapa pemimpin dan pembesar di negeri itu. Ketika sampai di Mekkah Hanathah kemudian mencari informasi dan mendapatkan jawaban bahwa Abdul Mutholib lah pemimpin dan pembesar di negeri ini (Mekkah) yang tidak lain beliau adalah kakek Rasulullah SAW.   Ketika telah bertemu dengan Abdul Mutholib maka Hanathah pun menyampaikan pesan dari rajanya. “Sesungguhnya raja kami berpesan bahwa kami dat a ng bukan untuk memerangi kalian. Kami akan menghancurkan Ka’bah.” Abdul mutholib pun menjawab : “ Demi Allah, kamipun tidak akan melawannya. Kami tidak punya kekuatan untuk itu. Ini adalah rumah Allah yang mulia, dan rumah khalil-Nya, Ibrahim. Kalau Allah membela rumah-Nya dari serangan rajamu, itu memang rumah-Nya dan milik-Nya yang mulia. Akan tetapi, kalau Allah membia...