Langsung ke konten utama

~Sepenggal Kisah Rencana Penghancuran Ka’bah~



~Sepenggal Kisah Rencana Penghancuran Ka’bah~
 
Beberapa saat sebelum melaksanakan rencananya menghancurkan Ka’bah, Abrahah mengirim seorang delegasi bernama Hanathah Al – Himyari ke Mekkah untuk mencari siapa pemimpin dan pembesar di negeri itu.
Ketika sampai di Mekkah Hanathah kemudian mencari informasi dan mendapatkan jawaban bahwa Abdul Mutholib lah pemimpin dan pembesar di negeri ini (Mekkah) yang tidak lain beliau adalah kakek Rasulullah SAW.  Ketika telah bertemu dengan Abdul Mutholib maka Hanathah pun menyampaikan pesan dari rajanya.
“Sesungguhnya raja kami berpesan bahwa kami datang bukan untuk memerangi kalian. Kami akan menghancurkan Ka’bah.”
Abdul mutholib pun menjawab :
“Demi Allah, kamipun tidak akan melawannya. Kami tidak punya kekuatan untuk itu. Ini adalah rumah Allah yang mulia, dan rumah khalil-Nya, Ibrahim. Kalau Allah membela rumah-Nya dari serangan rajamu, itu memang rumah-Nya dan milik-Nya yang mulia. Akan tetapi, kalau Allah membiarkannya dihancurkan oleh rajamu, maka demi Allah kami tidak punya kemampuan untuk membelanya.”
Sesudah itu, Abdul Muthalib berangkat menemui Abrahah diantar oleh delegasi tersebut. Begitu melihat Abdul Muthalib, raja Abrahah langsung hormat dan memuliakannya. Raja Abrahah turun dari singgasananya dan duduk di atas hamparan bersama Abdul Muthalib.
“apa keperluan anda?” tanya raja Abrahah sejurus kemudian. Tanpa diduga, Abdul Muthalib tidak membahas masalah rencana penghancuran Ka’bah, melainkan hanya menanyakan unta – unta miliknya yang diambil oleh anak buah Abrahah.
Mendengar hal itu Abrahah pun berkata: “Tadi aku benar – benar kagum kepada anda, tapi setelah anda berbicara barusan, aku tidak lagi tertarik kepada Anda. Kenapa anda membicarakan dua ratus ekor unta yang aku rampas dari anada, dan tidak peduli dengan Bait (Ka’bah) yang merupakan agama anda dan nenek moyang anda? Aku datang kali ini benar – benar untuk menghancurkannya. Kenapa anda sama sekali tidak membicarakan soal rumah itu?”
“Saya ini pemilik unta – unta itu,” jawab Abdul Muthalib. “Adapun rumah itu (Ka’bah) ada pemiliknya yang akan melindunginya.”
***
Abdul Muthalib pun pulang membawa dua ratus ekor unta miliknya. Dan pemimpin kaum Quraisy itu pun langsung menemui kaumnya dan memberitahukan kepada mereka untuk meninggalkan kota Mekkah, mengungsi ke bukit – bukit dan celah – celah gunung demi menghindari keganasan bala tentara Abrahah yang jumlahnya lebih banyak dari seluruh kabilah Quraisy.
Hari itupun tiba…..
Abdul Muthalib berdiri dan memegang ambang pintu Ka’bah bersama beberapa orang Quraisy. Mereka semua berdoa kepada Allah memohon pertolongan dan perlindungan-Nya dari Abrahah dan bala tentaranya. Sambil memegang ambang pintu Ka’bah, Abdul Muthalib berdoa:
“Ya Allah, bila seseorang melindungi miliknya, maka lindungilah rumah-Mu
Jangan biarkan salib mereka besok berjaya
Jangan biarkan kekuatan mereka merajalela, mengungguli kekuatan-Mu
Kalau Engkau biarkan mereka mempecundangi kiblat kami semua
Maka urusan apapun terserahlah kepadamu”
Abrahah telah siap untuk memasuki Mekkah. Dia telah menyiapkan tunggangannya, gajah yang terbesar, diberi nama Mahmud. Tapi setiap kali Mahmud diarahkan ke kota Mekkah, binatang itu menolak, dan jika diarahkan ke arah lain, dia langsung bergerak cepat.
Tatkala persiapan Abrahah dan pasukan gajahnya telah sedemikian rupa, tiba – tiba Allah mengirim berung – burung Ababil, sejenis burung layang – layang, dari arah laut merah, yang masing – masing membawa tiga butir batu, sebutir di paru dan dua butir lainnya pada cakarnya. Burung – burung itu melempari pasukan Abrahah dengan batu – batu tersebut, yang ukurannya hanya sebesar kacang hamus atau adas. Siapapun yang terkena batu itu tak ada yang selamat. Tapi, tidak semua tentara terkena lemparan burung – burung itu, sesudahnya, Allah ta’ala kemudian mengirim air bah yang menghanyutkan mayat – mayat mereka ke laut.
Ada beberapa yang selamat termasuk di antaranya raja Abrahah, mereka segera lari terbirit – birit menuju Yaman. Dalam perjalanan, anggota tubuh Abrahah rontok satu per satu, maka iapun digotong oleh sisa bala tentaranya, sehingga sisa tubuhnya terus berguguran. Dan diapun akhirnya tewas, setelah dadanya tak sanggup lagi dilekati jantungnya.
Setelah tewasnya Abrahah, ia digantikan oleh anaknya, Yaksum pada tahun 571 M.
Peristiwa balatentara Gajah ini diabadikan dalam Al – Qur’an dengan firman Allah SWT yang artinya :
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap balatentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia – sia? Dan Dia telah mengirim kepada mereka burung Ababil, yang melempari mereka dengan batu – batu dari sijjil, lalu menjadikan mereka seperti daun – daun yang dimakan (ulat).” (TQS.Al-Fiil [105] : 1 – 5)
Allah telah memelihara Ka’bah dari kehancuran, yang kelak menjadi kiblat kaum muslimin di segala penjuru dunia. Wallahu a'lam bish-shawab.

*Sumber bacaan : Sirah Nabawiyah, Muhammad Ridha (Hal.51-55)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is me....

Huppppzz...hari ini kuliah cuma setengah hari mata kuliah perencanaan produksi. Biasalah dosen pada sibuuuuuuuuuk.... Ya udah dech pulang ke kost. Daripada cuma bengong kayak sapi ompong akhirnya ni tangan gatel juga buat utak atik laptop N jadilah blog ini. jadi kalo banyak kekurangan maaf dech, namanya juga baru belajar heheeee... Aku sengeja buat blog ini buat menyalurkan hobby nulis - nulis ( walaupun tulisanya masih ga bagus) soalnya disini aku bisa ngungkapin apa yang ada di pikiranku, entah itu aku lagi seneng, kesal, sedih atau lagi ingin beropini ya disinilah tempatku. Pokoknya disini aku bisa CurHat N CurPik dech..

Inspirasi Hari Ini : Kamis, 17 Juli 2014

Jam mengajar seperti hari – hari sebelumnya, setelah selesai bercuap – cuap menjelaskan materi pelajaran. Saya menuliskan rangkuman pelajaran di papan tulis untuk di catat oleh anak – anak. Tidak banyak, hanya lima baris kalimat. Tak tega rasanya membuat mereka terlalu banyak menulis, selain kasihan tangan mereka sakit saya juga khawatir mereka jadi cepat bosan. Entah karena masih dalam masa transisi dari kelas 1 ke kelas 2, atau karena sudah cukup lama libur membuat mereka jadi lebih lambat menulis dibanding saat mereka di kelas 1. Untuk menyiasatinya, saya memberikan batas waktu mereka dalam menulis, sehingga mereka termotivasi untuk adu cepat menulis, tentu saja saya tetap menekankan anak – anak untuk menjaga kerapian tulisannya. “Tujuh menit lagi….” Ucap saya sembari melihat jam tangan saya, yang sebenarnya tidak benar – benar saya perhatikan waktunya. “Whaaaaaa…” terdengar siswa saya mulai tidak sabar menyelesaikan tulisannya. Tak lama kemudian, “Lima me...

Seks Bebas Remaja, Nggak banget dech!

Maraknya kegiatan remaja sekarang dalam melakukan seks bebas di nengri ini nggak kepalang tanggung. Nggak cuma di kota aja lho, di kampung2 pun 'ritual' ini sudah menjadi hal yang banyak ditemukan kasusnya. Dua orang wanita hamil oleh satu laki2, atau seorang wanita hamil tapi nggak tahu lelaki mana yang menghamilinya. Yupz, parah banget kan pren?! Bahkan kasus2 seperti ini terjadi mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai artis N pejabat sekalipun. Bahkan ada artis yang nggak malu2 nyatain kalo dirinya sedang hamil walaupun belum menikah (urat malunya udah putus kali yeeeeeeee) Penyebab maraknya gaya hidup seperti ini salah satunya adalah 'bergentayangannya' tontonan2 yang mengundang syahwat di media2, seperti halnya film2, iklan yang penuh dengan obral aurat dan masih banyak lagi yang menuntun adrenalin tubuh terpacu dengan cepat. Bagi yang imannya tipi, hemmmm...siap2 dech jadi korban. Salah satu solusi yang tepat adalah, media televisi seharusnya tidak lagi menay...