Langsung ke konten utama

Postingan

Muhammad al-Fatih Secrets Revealed!

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’an ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Salah satu bisyarah yang dapan menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat: فقال عبد الله بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي المدينتين تفتح أولا قسطنطينية أو رومية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مدينة هرقل تفتح أولا يعني قسطنطينية Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulul...

Peta Impian

Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai. Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja. Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat. Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan. Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. Tapi cakrawala yang mana…? Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon, dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah a...

5 Prinsip Hidup Sebuah Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentangku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya. “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar sinenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja denganpensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.” “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari seb...

Segelas Susu

Suatu hari, seorang anak laki - laki miskin yang hidup sebagi pedagang asongan kehabisan uang. Dengan kondisi yang sangat lapar ia memutuskan untuk mengetuk salah satu pintu salah satu kompleks perumahan dinas. tibalah ia di sebuah rumah, karena sangat lapar iapun memberanikan diri menetuk pintu untuk meminta sedikit makanan. Pintupun terbuka, dan muncul seorang ibu muda istri pejabat dari balik pintu. Tiba-tiba saja si anak kehilangan keberaniannya untuk meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air dari ibu muda itu. Ibu muda itu memperhatikan anak tersebut dan berpikir bahwa anak ini pasti lapar. iapun masuk, dan tak lama keluar kembali dengan membawa segelas susu. Anak lelaki itupun minum dengan lahap karena laparnya. Tak seberapa lama, si anak pun bertanya, "Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?" Ibu muda itupun menjawab, " Kamu tidak perlu membayar apapu, orang tua kami dulu mengajarkan untuk tidak menerima bayaran jika melakukan suatu keb...

Catatan 26/11/09 : Malam Lebaran Kali ini

Gema takbir saling bersahutan dari tiap - tiap mesjid. Ya, malam ini adalah malam idul adha dan besok seluruh umat muslim akan merayakan idul adha 1430 H atau sering disebut juga hari raya kurban. Dan disinilah aku, duduk sendiri di kamar kostku tercinta setelah tadi ngumpul bareng teman2 di kost yang senasib (heee...senasib nggak pulang kampung maksudnya). Kami masak - masak dan kemudian makan bersama. Ooopz..di luar hujan makin deras, Bandung seminggu terakhir memang selalu diguyur hujan. Ehmmm...sepi juga rasnya sekarang, jadi ingat keluarga di rumah, sekarang orang rumah pasti lagi pada sibuk masak buat besok.Udah tradisi kali ya... Pengen nangis....? Nggak tuch, aq udah beberapa kali selama kuliah lebaran nggak pulang. Lagian idul fitri kemarin udah pulang, jadi ya nggak sedih2 amat. Tapi semoga aja Allah memberi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga lagi. Nggak apalah malam agung seperti malam ini aku lewati nggak bersama keluarga, insya Allah ini yang terbaik dari Allah. To...

Malaikatku Ibu

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan: "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?" Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu. " "Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia." "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia." "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?" "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara." "Apa ya...

Menuju Ridha Allah

Sesaat setelah rohku berpisah dengan jasad Aku mulai menjalanai kehidupan yang baru, Apakah aku dapat tersenyum menjumpai malaikat yang memberikan salam kepadaku : Wahai Anak Adam , engkaukah yang meninggalkan dunia atau Dunia yang meninggalkan mu? Wahai anak Adam engkaukah yang merengkuh dunia, atau dunia yang merengkuhmu? Wahai anak Adam Engkaukah yang mematikan dunia, atau dunia yang mematikanmu? Ketika jasadku digeletakkan menunggu untuk dimandikan, Mampukah aku tegar menjawab pertanyaan-pertanyaan- yang diajukan malaikat kepadaku: Wahai anak Adam , dimanakah tubuhmu yang kuat itu, mengapa kini engkau tidak berdaya? Wahai anak Adam dimanakah lisanmu yang lantang dulu, mengapa kini engkau terdiam? Wahai anak Adam , dimanakah orang-orang yang mengasihimu, mengapa kini mereka membiarkan mu tergeletak sendirian tanpa daya? Sewaktu mayatku dibaringkan diatas kain kafan, siap dibungkus, mampukah aku menuruti apa yang dikatakan malaikat : Wahai Anak Adam bersia...