Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan 26/11/09 : Malam Lebaran Kali ini

Gema takbir saling bersahutan dari tiap - tiap mesjid. Ya, malam ini adalah malam idul adha dan besok seluruh umat muslim akan merayakan idul adha 1430 H atau sering disebut juga hari raya kurban. Dan disinilah aku, duduk sendiri di kamar kostku tercinta setelah tadi ngumpul bareng teman2 di kost yang senasib (heee...senasib nggak pulang kampung maksudnya). Kami masak - masak dan kemudian makan bersama. Ooopz..di luar hujan makin deras, Bandung seminggu terakhir memang selalu diguyur hujan. Ehmmm...sepi juga rasnya sekarang, jadi ingat keluarga di rumah, sekarang orang rumah pasti lagi pada sibuk masak buat besok.Udah tradisi kali ya... Pengen nangis....? Nggak tuch, aq udah beberapa kali selama kuliah lebaran nggak pulang. Lagian idul fitri kemarin udah pulang, jadi ya nggak sedih2 amat. Tapi semoga aja Allah memberi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga lagi. Nggak apalah malam agung seperti malam ini aku lewati nggak bersama keluarga, insya Allah ini yang terbaik dari Allah. To...

Malaikatku Ibu

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan: "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?" Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu. " "Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia." "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia." "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?" "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara." "Apa ya...

Menuju Ridha Allah

Sesaat setelah rohku berpisah dengan jasad Aku mulai menjalanai kehidupan yang baru, Apakah aku dapat tersenyum menjumpai malaikat yang memberikan salam kepadaku : Wahai Anak Adam , engkaukah yang meninggalkan dunia atau Dunia yang meninggalkan mu? Wahai anak Adam engkaukah yang merengkuh dunia, atau dunia yang merengkuhmu? Wahai anak Adam Engkaukah yang mematikan dunia, atau dunia yang mematikanmu? Ketika jasadku digeletakkan menunggu untuk dimandikan, Mampukah aku tegar menjawab pertanyaan-pertanyaan- yang diajukan malaikat kepadaku: Wahai anak Adam , dimanakah tubuhmu yang kuat itu, mengapa kini engkau tidak berdaya? Wahai anak Adam dimanakah lisanmu yang lantang dulu, mengapa kini engkau terdiam? Wahai anak Adam , dimanakah orang-orang yang mengasihimu, mengapa kini mereka membiarkan mu tergeletak sendirian tanpa daya? Sewaktu mayatku dibaringkan diatas kain kafan, siap dibungkus, mampukah aku menuruti apa yang dikatakan malaikat : Wahai Anak Adam bersia...

Mengemban Misi ke sebuah Planet

manusia itu layaknya seorang agen yang diutus oleh tuannya ke sebuah planet asing , tentunya untuk mengemban suatu misi. Dan tentunya setelah misi itu selesai ia akan kembali dan melaporkan hasilnya pada tuannya. Tentunya tuannya menginginkan hasil yang terbaik bukan? Itulah kita manusia yang posisinya sebagai (agen) yang diutus oleh Allah (tuan) ke sebuah planet yang bernama BUMI untuk suatu misi/tugas tertentu, dan kelak kita akan kembali pada Tuan kita untuk memberikan laporan pertanggungjawaban dari perjalan kita di planet ini, apakah hasilnya baik atau buruk? karena itu, sudah layaknya sebagai agen terpilih kitalah yang menaklukkan lahan (bumi) ini, bukan sebaliknya kita yang ditaklukkan oleh lahan (kondisi). jangan terpaku pada keadaan yang ada, tapi rubahlah. bukan keadaan yang merubahmu, tapi kamulah yang merubah keadaan. Jadilah agen of change! Hingga pada akhirnya, kita akan kembali pada tuan kita membawa report yang memuaskan dari hasil perjalanan kita. terinspirasi dari...

Liang Kubur Menanti Kita

Betapa banyak pemuda-pemudi yang tertawa-tawa Sedangkan kain kafannya sedang dipotong Betapa banyak manusia menjumpai ajalnya Padahal tubuhnya masih segar dan sehat Kematian tak kenal waktu Kapanpun dia akan menjemput, dia pasti datang Kematian juga tak kenal tempat Dimanapun kita berada dia akan mendatanginya Saudaraku…………………….. Takutlah jika kematian menjemput kita Sementara kita sedang dalam kemaksiatan Tubuh kita berlumur dosa Saudaraku……………… Masihkah engkau tertawa Ketika mata-mata saudaramu melotot Menahan pedih dan sakitnya kematian Saudaraku………………… Masihkah engkau kejar dunia Sementara saudaramu meninggalkannya Pergi ke alam kubur Tanpa harta dunia yang dikumpulkannya Saudaraku………………….. Kita tidak tahu Mungkin malam ini kubur kita sedang di gali Mungkin besok pagi kafan kita akan di potong Kita juga tidak tahu Mungkin ini malam terakhir bagi kita Mungkin ini makanan yang terakhir kita makan Saudaraku…………… Kematian bukanlah sebuah misteri Tapi...

Tangisan air mata SURGA

Letih jiwa melangkah Menempuh dan melewati hari yang terus berjalan Menembus siang dan malam yang silih berganti Bulan dan bintang yang berbagi sinarnya Waktu berjalan begitu cepatnya Hari-hari berlalu bak bayangan Laksana air mengalir di pegunungan Laksana udara berhembus ditepi pantai Waktu berjalan penuh dosa Hari-hari berlalu penuh maksiat Laksana pakaian menyelimuti tubuh Laksana embun menyelimuti pagi Kuberjalan dan melangkah Membawa tubuh yang penuh noda Membawa tubuh yang busuk aromanya Melewati siang dan mendatangi malam Letih jiwa melangkah Berlalu penuh dosa dan maksiat Tak lagi mampu ku ingat Tak lagi mampu ku hitung Hingga tiba datang cahaya Bangunkanku dari tidurku yang panjang Sadarkanku dari indahnya mimpi-mimpi akan dunia Kubangun dan kubasuh tubuhku dengan ari wudhu Rindu tuk berjumpa dengan MU Derai air mata mengalir di pipi Isak tangis menyesakkan dada Dalam hening dan sunyinya malam Dalam kholwatku bersama NYA Dalam ruku dan sujudku mal...

Ma, bensin kok bisa habis?

“Ma, kenapa sih orang kalo beli bensin banyak – banyak, misalnya nih beli 10 liter ma, tapi waktu sudah dipakai bensinnya habis sisa satu liter ma . Itu bensinnya kok bisa habis, hilangnya kemana ma? Ma, kalo kesananya pasar ciroyom itu kemana ma?” Itulah celotehan seorang anak SD yang masih kecil saat aku dan temanku berada di atas angkot pagi ini. Anak itu bersama ibunya yang akan mengantarnya ke sekolah. Ibunya pun menjawab pertanyaan anak itu sekedarnya, dari raut wajahnya tampaknya dia belum puas dengan jawaban dari ibunya. Lucu juga meratiin tingkah anak itu yang banyak bertanya tentang segala hal yang yang pagi itu atau mungkin sudah lama menggelitik otaknya untuk berfikir. Sekilas pertanyaan anak itu memang tampak sepele dan mungkin sebagaian orang menganggapnya sebagai pertanyaan yang ‘nggak penting’ untuk dijawab. Tapi pengalaman ini justru seharusnya menjadi pelajaran dan renungan bagi para ibu dan bagiku yang akan menjadi ibu masa depan (amiin…..(^_^)…..) bahwa ana...