Langsung ke konten utama

Live is NOT a FILM

Lucu sekali saat melihat sebuah tayangan iklan asuransi di televisi, dimana sepasang lanjut usia ingin keliling eropa dan secara ‘abrakadabra’ keinginan mereka terwujud. Tapi nyatanya itu hanyalah omong kosong di dunia nyata, di akhiri dengan ajakan untuk memiliki asuransi. Dan statement, “STOP, Live is not a film…”



Mungkin iklan tersebut ada benarnya, ketika kita menonton film memang kebanyakan ceritanya berakhir dengan happy ending, yang tentu saja memuaskan bagi penonton. Tapi jika kita renungi, sadar atau tidak ternyata dalam kehidupan ini kita sedang menjalani sebuah peran dalam sebuah ‘film kehidupan’ yang malah sebagai pemerannya kita bisa menentukan sendiri apakah kita ingin berperan sebagai tokoh protagonis atau antagonis. Begitupun jalan ceritanya, kita bisa memilih apakah ceritanya akan berakhir happy ending atau bad ending.



Refleksinya kita sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita sadar betul akan peran kita di dunia ini. apakah kita ingin menjadi orang jahat atau orang yang baik, Allah memberikan kebebasan dengan telah menganugrahkan kepada kita akal untuk memilih beserta konsekuensi dari apa yang kita pilih. Begitupun untuk akhir cerita kehidupan kita, bisa jadi baik (khusnul khotimah) atau buruk (su’ul khotimah). Sekali lagi, semuanya tergantung pilihan kita.



Saat menonton film, biasanya tokoh antagonis akan berakhir menyedihkan dan protagonis akan berbahagia pada akhir cerita. Begitupun dalam kehidupan. Ketika selama hidup kita jalani dengan segala keburukan (menyimpang dari aturan Allah) maka kita bisa tahu bagaimana akhir kehidupan kita, kecuali di tengah perjalanan kita mau berubah dan memperbaiki diri menjadi orang yang baik (taat kepada perintah dan larangan Allah).


Jadi, tentukan peran dalam cerita kehidupanmu sekarang. Karena perananmu menentukan akhir hidupmu, baikkah atau burukkah. Kelak, kitapun akan menyaksikan ‘film’ kehidupan kita di putar tanpa ada yang terlewat sedikitpun…



Ridha greenly (Nov 22. 2012)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is me....

Huppppzz...hari ini kuliah cuma setengah hari mata kuliah perencanaan produksi. Biasalah dosen pada sibuuuuuuuuuk.... Ya udah dech pulang ke kost. Daripada cuma bengong kayak sapi ompong akhirnya ni tangan gatel juga buat utak atik laptop N jadilah blog ini. jadi kalo banyak kekurangan maaf dech, namanya juga baru belajar heheeee... Aku sengeja buat blog ini buat menyalurkan hobby nulis - nulis ( walaupun tulisanya masih ga bagus) soalnya disini aku bisa ngungkapin apa yang ada di pikiranku, entah itu aku lagi seneng, kesal, sedih atau lagi ingin beropini ya disinilah tempatku. Pokoknya disini aku bisa CurHat N CurPik dech..

Inspirasi Hari Ini : Kamis, 17 Juli 2014

Jam mengajar seperti hari – hari sebelumnya, setelah selesai bercuap – cuap menjelaskan materi pelajaran. Saya menuliskan rangkuman pelajaran di papan tulis untuk di catat oleh anak – anak. Tidak banyak, hanya lima baris kalimat. Tak tega rasanya membuat mereka terlalu banyak menulis, selain kasihan tangan mereka sakit saya juga khawatir mereka jadi cepat bosan. Entah karena masih dalam masa transisi dari kelas 1 ke kelas 2, atau karena sudah cukup lama libur membuat mereka jadi lebih lambat menulis dibanding saat mereka di kelas 1. Untuk menyiasatinya, saya memberikan batas waktu mereka dalam menulis, sehingga mereka termotivasi untuk adu cepat menulis, tentu saja saya tetap menekankan anak – anak untuk menjaga kerapian tulisannya. “Tujuh menit lagi….” Ucap saya sembari melihat jam tangan saya, yang sebenarnya tidak benar – benar saya perhatikan waktunya. “Whaaaaaa…” terdengar siswa saya mulai tidak sabar menyelesaikan tulisannya. Tak lama kemudian, “Lima me...

Seks Bebas Remaja, Nggak banget dech!

Maraknya kegiatan remaja sekarang dalam melakukan seks bebas di nengri ini nggak kepalang tanggung. Nggak cuma di kota aja lho, di kampung2 pun 'ritual' ini sudah menjadi hal yang banyak ditemukan kasusnya. Dua orang wanita hamil oleh satu laki2, atau seorang wanita hamil tapi nggak tahu lelaki mana yang menghamilinya. Yupz, parah banget kan pren?! Bahkan kasus2 seperti ini terjadi mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai artis N pejabat sekalipun. Bahkan ada artis yang nggak malu2 nyatain kalo dirinya sedang hamil walaupun belum menikah (urat malunya udah putus kali yeeeeeeee) Penyebab maraknya gaya hidup seperti ini salah satunya adalah 'bergentayangannya' tontonan2 yang mengundang syahwat di media2, seperti halnya film2, iklan yang penuh dengan obral aurat dan masih banyak lagi yang menuntun adrenalin tubuh terpacu dengan cepat. Bagi yang imannya tipi, hemmmm...siap2 dech jadi korban. Salah satu solusi yang tepat adalah, media televisi seharusnya tidak lagi menay...