Langsung ke konten utama

Kata : Antara Pencerah dan Pemecah Belah


Ooooo…oooww..mataku sedikit gatal melihat diskusi2/debat di dinding2 facebook yang entah akan berujung di titik yang mana. Kucoba menggosok mata tapi gatalnya tak kunjung hilang, oooppzzz kini justru rasa gatal itu merambat ke jari – jariku yg memaksaku untuk menuliskan sesuatu untuk mengurangi rasa gatal ini (hehee…*ini versi lebay pembaca ^_^V)

Jamaah sholat tarawih yg dirahmati Allah ….*Oppzz salah! Maksudnya pembaca yang insyaAllah dirahmati oleh Allah…Berdiskusi/debat adalah suatu hal yang lumrah ketika memang terjadi perbedaan pendapat. Memang Islam membenarkan debat jika yang dicari adalah kebenaran, dan melarang debat yang hanya ingin menjatuhkan lawan atau hanya ingin menang.

Berdebat termasuk perkara yang diperintahkan syara’ untuk menetapkan kebenaran dan membatalkan kebatilan. Dalilnya adalah firman Allah swt :

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (TQS. An-Nahl:125)

Sobat,Suatu hal yang tidak bisa dihindari, seorang aktivis dakwah akan selalu mendapatkan perdebatan dari orang-orang yang tidak menyetujuinya bahkan dari sesame aktivis dakwah sekalipun . Kadang aktivis dakwah terpancing emosi ketika berdebat, sehingga tidak jarang justru membawa ke arah debat kusir (debat yg tidak berujung).

Maka dari itu sob, baik di dunia maya ataopun di dunia nyata..sebelum berdebat kita harus tahu dulu adab berbicara atopun berdebat dalam islam. Karena islam adalah sebuah system hidup yang aturannya saaaaaaaangat lengkap alias kumplittt..jadi jangan heran kalo masalah debat pun ada aturannya. Sepakattt? Sepakat doNk!! *heheee..sedikit maksa.

Supaya apa?? Supaya diskusi yang kita lakukan mampu memberikan pencerahan bukan malah perpecahan. Setuju brayyy?!!!

Untuk itu saya akan coba berbagi beberapa tips berdebat di bawah ini. (*Sedikit informasi : tips di bawah ini adalah hasil ‘nyolong’ di blog orang.. (http://assyafii.blogspot.com/2010/01/tips-debat-untuk-aktivis-dakwah.html)

semoga yg punya blog mau memaafkan saiia dan saiia berdoa semoga Allah melimpahkan pahala dan banyak kebaikan bagi yang punya blog karena sudah menulis artikel ini :-D )…Lets cekidot!!!

Pertama, sebelum berdebat tentukanlah tujuan dari perdebatan itu.

Tentulah tujuan berdebat yang diperbolehkan adalah mencari kebenaran. Jadi jika yang ingin mendebat kita tujuannya tidak untuk mencari kebenaran, maka hindarilah debat itu, karena tidak ada gunanya. Yang terjadi justru debat kusir, dan akhirnya muncul kata “pokoknya”, “bagaimanapun”, dan kata-kata sejenis yang mencerminkan debat kusir.

Kedua, yang harus dilakukan sebelum debat adalah menyepakati topik yang akan diperdebatkan.

Ini dilakukan agar nantinya ketika berdebat, pembicaraan tidak melebar ke topik-topik lain, selain itu, ini juga menghindari dari orang-orang yang mendebat hanya ingin menjatuhkan kita. Sebab mereka akan terus mendebat dengan topik apapun sehingga kita kalah.

ketiga, sepakatilah dasar kebenaran yang diakui oleh kedua belah pihak. Tidak akan selesai debat jika masing-masing mempunyai standar kebenaran yang berbeda. Misalnya si A memakai standar kebenaran Al-Qur’an dan Sunnah dan si B memakai dasar kebenaran karl marx, tentu saja debat tidak akan pernah berakhir, dan debat seperti ini sama sekali tidak ada gunanya.

Keempat, pastikanlah bahwa kita telah menguasai topik yang akan dibahas sesuia dengan standar kebenaran yang telah disepakati.

Menguasai disini maksudnya mengetahui dalil-dalil yang akan kita pakai untuk menjelaskan topik itu ke lawan kita. Ingat, jangan pernah berdebat dalam topik yang tidak kita kuasai. Ini sangat berbahaya, akan timbul kesalah pahaman bahkan kesesatan yang besar dengan berdebat tanpa ilmu.

Ketika berdebat hendaklah kita bersabar dan tidak menggunakan emosi. Janganlah memperturut hawa nafsu kita ketika berdebat (biasanya nafsu ingin menang).

Bagaiaman jika sudah disepakati kesepatakan-kesepakatan diatas namun lawan kita melanggarnya diperjalanan?

Bisa saja ini terjadi, yang kita lakukan adalah memperingatkan beliau. Namun jika tidak bisa diperingatkan, sudahilah debat itu. Dan tutuplah debat itu dengan sesuai standar kebenaran yang telah disepakati. Dan jangan berkata lagi setelah itu.

Namun tidak semua topik boleh kita perdebatkan. Berdebat tentang suatu yang telah qath’i adalah dilarang. Yaitu memperdebatkan hal yang telah dijelaskan oleh ayat-ayat Allah dengan jelas. Maka sebaikanya jika yang mendebat kita adalah seorang muslim, hindarilah berdebat tentang suatu yang telah ditentukan oleh Allah dalam ayat-ayat-Nya. Namun jika yang mendebat adalah kafir, maka jelaskanlah kebenaran Al-Qur’an itu. Jangan mengarah pada perdebatan ayat.

“Tidak ada yang mendebat ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir”(QS. Al-Ghafir: 44)

Demikianlah sedikit tips debat yang dapat saya bagikan buat ikhwan dan akhwat yang mengarungi lautan dakwah. Semoga Setiap kata - kata yang mengalir dari lisan - lisan kita mampu menjadi pencerah bagi kebangkitan umat dan tegaknya agama Allah, bukan justru menjadikan kita terpecah belah.

Oia..sebenarnya masih ada adab2 yang lebih lebih lengkap/rinci di dalam buku "Nafsiyah Islamiyah hal 419-431" Lengkaaaaaaaaapppp banget...sangking lengkapnya saiia nggak sempat menuliskannya di blog ini. So, beli ato pinjam aja ke orang yang punya, truzzzzzz...baca sendiri lebih ngeh oke..okeee! ^_^V

Wallahua’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is me....

Huppppzz...hari ini kuliah cuma setengah hari mata kuliah perencanaan produksi. Biasalah dosen pada sibuuuuuuuuuk.... Ya udah dech pulang ke kost. Daripada cuma bengong kayak sapi ompong akhirnya ni tangan gatel juga buat utak atik laptop N jadilah blog ini. jadi kalo banyak kekurangan maaf dech, namanya juga baru belajar heheeee... Aku sengeja buat blog ini buat menyalurkan hobby nulis - nulis ( walaupun tulisanya masih ga bagus) soalnya disini aku bisa ngungkapin apa yang ada di pikiranku, entah itu aku lagi seneng, kesal, sedih atau lagi ingin beropini ya disinilah tempatku. Pokoknya disini aku bisa CurHat N CurPik dech..

Inspirasi Hari Ini : Kamis, 17 Juli 2014

Jam mengajar seperti hari – hari sebelumnya, setelah selesai bercuap – cuap menjelaskan materi pelajaran. Saya menuliskan rangkuman pelajaran di papan tulis untuk di catat oleh anak – anak. Tidak banyak, hanya lima baris kalimat. Tak tega rasanya membuat mereka terlalu banyak menulis, selain kasihan tangan mereka sakit saya juga khawatir mereka jadi cepat bosan. Entah karena masih dalam masa transisi dari kelas 1 ke kelas 2, atau karena sudah cukup lama libur membuat mereka jadi lebih lambat menulis dibanding saat mereka di kelas 1. Untuk menyiasatinya, saya memberikan batas waktu mereka dalam menulis, sehingga mereka termotivasi untuk adu cepat menulis, tentu saja saya tetap menekankan anak – anak untuk menjaga kerapian tulisannya. “Tujuh menit lagi….” Ucap saya sembari melihat jam tangan saya, yang sebenarnya tidak benar – benar saya perhatikan waktunya. “Whaaaaaa…” terdengar siswa saya mulai tidak sabar menyelesaikan tulisannya. Tak lama kemudian, “Lima me...

Seks Bebas Remaja, Nggak banget dech!

Maraknya kegiatan remaja sekarang dalam melakukan seks bebas di nengri ini nggak kepalang tanggung. Nggak cuma di kota aja lho, di kampung2 pun 'ritual' ini sudah menjadi hal yang banyak ditemukan kasusnya. Dua orang wanita hamil oleh satu laki2, atau seorang wanita hamil tapi nggak tahu lelaki mana yang menghamilinya. Yupz, parah banget kan pren?! Bahkan kasus2 seperti ini terjadi mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai artis N pejabat sekalipun. Bahkan ada artis yang nggak malu2 nyatain kalo dirinya sedang hamil walaupun belum menikah (urat malunya udah putus kali yeeeeeeee) Penyebab maraknya gaya hidup seperti ini salah satunya adalah 'bergentayangannya' tontonan2 yang mengundang syahwat di media2, seperti halnya film2, iklan yang penuh dengan obral aurat dan masih banyak lagi yang menuntun adrenalin tubuh terpacu dengan cepat. Bagi yang imannya tipi, hemmmm...siap2 dech jadi korban. Salah satu solusi yang tepat adalah, media televisi seharusnya tidak lagi menay...