Langsung ke konten utama

Postingan

Andai Hati ini Rumahku

Ya Allah, Andai hati ini sebuah rumah Maka beri aku kekuatan untuk selalu menjaganya Dari yang tak berhak memasukinya Selalu menjaga kebersihannya, dari maksiat yang dapat menodainya Ya Allah, jika hati ini adalah sebuah rumah Maka jadikan ketaatan pada-Mu menjadi sebaik – baik penjaganya Keikhlasan menjadi penghiasnya Kecintaa pada –Mu menjadi cahaya penerangnya Ya Allah jangan biarkan ia gelap karena maksiat kepada-Mu Ya Allah, hatiku adalah rumahku Maka berikan aku kemampuan untuk memilah Mana yang harus aku masukkan ke dalamnya Dan mana yang harus aku keluarkan darinya Agar hati ini selalu terasa lapang Ya Allah, Engkau sebaik – baik penuntunku untuk terus   menata hati ini Ya Allah, ternyata hatiku adalah rumahku Maka suatu saat nanti….berikanlah ia pada seseorang Yang   terbaik untuk memiliki dan merawatnya ***Amiin*** Saturday, September 20, 2014 By : Ridha Greenly

Inspirasi Hari Ini : Jumat, 18 Juli 2014

Pagi tadi waktu saya lagi siap – siap ke sekolah, terdengar ada yang sedang memanggil, “Bu….ibuuuu….!” saya tahu bukan saya yang dipanggil, tapi iseng saya tengok lewat jendela yang kebetulan dekat dengan tempat saya sedang berdiri ngaca. Ternyata, suara itu berasal dari seorang bapak yang sedang memanggil – manggil ibu di samping rumah saya. Tapi si empunya rumah gak keluar – keluar juga, “mungkin masih tidur.” Pikirku Si bapak tampaknya masih enggan beranjak, sesekali terdengar suaranya memanggil – manggil kembali. Penasaran membuat saya kembali menyingkap tirai, pengan tau si bapak mau ngapain sih. Baru nyadar, ternyata saya kepo juga ya heheheee…. Saya lihat si bapak meletakkan karung yang dibawanya di atas bangku panjang milik si ibu. Sambil menunggu si bapak mengeluarkan isi karungnya dan menatanya. Ternyata isinya kacang panjang dan cempedak. Saya keluar rumah dan menengok ke arah tempat parkir, dan ternyata motor si ibu yang dari tadi dipanggil – panggil tid...

Inspirasi Hari Ini : Kamis, 17 Juli 2014

Jam mengajar seperti hari – hari sebelumnya, setelah selesai bercuap – cuap menjelaskan materi pelajaran. Saya menuliskan rangkuman pelajaran di papan tulis untuk di catat oleh anak – anak. Tidak banyak, hanya lima baris kalimat. Tak tega rasanya membuat mereka terlalu banyak menulis, selain kasihan tangan mereka sakit saya juga khawatir mereka jadi cepat bosan. Entah karena masih dalam masa transisi dari kelas 1 ke kelas 2, atau karena sudah cukup lama libur membuat mereka jadi lebih lambat menulis dibanding saat mereka di kelas 1. Untuk menyiasatinya, saya memberikan batas waktu mereka dalam menulis, sehingga mereka termotivasi untuk adu cepat menulis, tentu saja saya tetap menekankan anak – anak untuk menjaga kerapian tulisannya. “Tujuh menit lagi….” Ucap saya sembari melihat jam tangan saya, yang sebenarnya tidak benar – benar saya perhatikan waktunya. “Whaaaaaa…” terdengar siswa saya mulai tidak sabar menyelesaikan tulisannya. Tak lama kemudian, “Lima me...

Pesan Cinta Seorang Sahabat

Tak kngen kah kau ngaji lg? Brjuang lg… tuk bkl qt di alm sna? Tak kngen kah kau … Ktka ucpn takbir kluar dr mulut dan hti yg mukhlis? Hyolah…bergerak! Demi Allah…bkn yg lain. Smngt! :D To: Mye2 Date: 8 Sep 20:21 Itulah salah satu pesan singkat dari sekian banyak pesan yang masuk di handphonku. Pesan yang selalu membuatku sedih…perih. Perih sekali. Pesan dari seorang sahabat nun jauh di sana…Cimahi. Sahabat yang selama hampir empat tahun menemani langkahku melewati hari – hari yang penuh makna dan tak terlupakan. Sudah sering kali sahabatku yang satu ini mengirimkan pesan serupa. Bukan tanpa sebab, melainkan tak lain adalah untuk terus mendorongku…menyemangatiku untuk terus mengkaji dan terus berjuang bersama saudara – saudaraku yang lain yang hingga detik ini masih lantang dan dengan sepenuh jiwa raga memperjuangkan kembali ditegakkannya hukum Allah di muka bumi ini. sedangkan aku… apa yang aku lakukan saat ini. semenjak lulus dari bangku kuliah dan harus ...