Langsung ke konten utama

Postingan

5 Prinsip Hidup Sebuah Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentangku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya. “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar sinenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja denganpensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.” “Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari seb...

Segelas Susu

Suatu hari, seorang anak laki - laki miskin yang hidup sebagi pedagang asongan kehabisan uang. Dengan kondisi yang sangat lapar ia memutuskan untuk mengetuk salah satu pintu salah satu kompleks perumahan dinas. tibalah ia di sebuah rumah, karena sangat lapar iapun memberanikan diri menetuk pintu untuk meminta sedikit makanan. Pintupun terbuka, dan muncul seorang ibu muda istri pejabat dari balik pintu. Tiba-tiba saja si anak kehilangan keberaniannya untuk meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air dari ibu muda itu. Ibu muda itu memperhatikan anak tersebut dan berpikir bahwa anak ini pasti lapar. iapun masuk, dan tak lama keluar kembali dengan membawa segelas susu. Anak lelaki itupun minum dengan lahap karena laparnya. Tak seberapa lama, si anak pun bertanya, "Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?" Ibu muda itupun menjawab, " Kamu tidak perlu membayar apapu, orang tua kami dulu mengajarkan untuk tidak menerima bayaran jika melakukan suatu keb...

Catatan 26/11/09 : Malam Lebaran Kali ini

Gema takbir saling bersahutan dari tiap - tiap mesjid. Ya, malam ini adalah malam idul adha dan besok seluruh umat muslim akan merayakan idul adha 1430 H atau sering disebut juga hari raya kurban. Dan disinilah aku, duduk sendiri di kamar kostku tercinta setelah tadi ngumpul bareng teman2 di kost yang senasib (heee...senasib nggak pulang kampung maksudnya). Kami masak - masak dan kemudian makan bersama. Ooopz..di luar hujan makin deras, Bandung seminggu terakhir memang selalu diguyur hujan. Ehmmm...sepi juga rasnya sekarang, jadi ingat keluarga di rumah, sekarang orang rumah pasti lagi pada sibuk masak buat besok.Udah tradisi kali ya... Pengen nangis....? Nggak tuch, aq udah beberapa kali selama kuliah lebaran nggak pulang. Lagian idul fitri kemarin udah pulang, jadi ya nggak sedih2 amat. Tapi semoga aja Allah memberi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga lagi. Nggak apalah malam agung seperti malam ini aku lewati nggak bersama keluarga, insya Allah ini yang terbaik dari Allah. To...

Malaikatku Ibu

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan: "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?" Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu. " "Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia." "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia." "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?" "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara." "Apa ya...

Menuju Ridha Allah

Sesaat setelah rohku berpisah dengan jasad Aku mulai menjalanai kehidupan yang baru, Apakah aku dapat tersenyum menjumpai malaikat yang memberikan salam kepadaku : Wahai Anak Adam , engkaukah yang meninggalkan dunia atau Dunia yang meninggalkan mu? Wahai anak Adam engkaukah yang merengkuh dunia, atau dunia yang merengkuhmu? Wahai anak Adam Engkaukah yang mematikan dunia, atau dunia yang mematikanmu? Ketika jasadku digeletakkan menunggu untuk dimandikan, Mampukah aku tegar menjawab pertanyaan-pertanyaan- yang diajukan malaikat kepadaku: Wahai anak Adam , dimanakah tubuhmu yang kuat itu, mengapa kini engkau tidak berdaya? Wahai anak Adam dimanakah lisanmu yang lantang dulu, mengapa kini engkau terdiam? Wahai anak Adam , dimanakah orang-orang yang mengasihimu, mengapa kini mereka membiarkan mu tergeletak sendirian tanpa daya? Sewaktu mayatku dibaringkan diatas kain kafan, siap dibungkus, mampukah aku menuruti apa yang dikatakan malaikat : Wahai Anak Adam bersia...

Mengemban Misi ke sebuah Planet

manusia itu layaknya seorang agen yang diutus oleh tuannya ke sebuah planet asing , tentunya untuk mengemban suatu misi. Dan tentunya setelah misi itu selesai ia akan kembali dan melaporkan hasilnya pada tuannya. Tentunya tuannya menginginkan hasil yang terbaik bukan? Itulah kita manusia yang posisinya sebagai (agen) yang diutus oleh Allah (tuan) ke sebuah planet yang bernama BUMI untuk suatu misi/tugas tertentu, dan kelak kita akan kembali pada Tuan kita untuk memberikan laporan pertanggungjawaban dari perjalan kita di planet ini, apakah hasilnya baik atau buruk? karena itu, sudah layaknya sebagai agen terpilih kitalah yang menaklukkan lahan (bumi) ini, bukan sebaliknya kita yang ditaklukkan oleh lahan (kondisi). jangan terpaku pada keadaan yang ada, tapi rubahlah. bukan keadaan yang merubahmu, tapi kamulah yang merubah keadaan. Jadilah agen of change! Hingga pada akhirnya, kita akan kembali pada tuan kita membawa report yang memuaskan dari hasil perjalanan kita. terinspirasi dari...

Liang Kubur Menanti Kita

Betapa banyak pemuda-pemudi yang tertawa-tawa Sedangkan kain kafannya sedang dipotong Betapa banyak manusia menjumpai ajalnya Padahal tubuhnya masih segar dan sehat Kematian tak kenal waktu Kapanpun dia akan menjemput, dia pasti datang Kematian juga tak kenal tempat Dimanapun kita berada dia akan mendatanginya Saudaraku…………………….. Takutlah jika kematian menjemput kita Sementara kita sedang dalam kemaksiatan Tubuh kita berlumur dosa Saudaraku……………… Masihkah engkau tertawa Ketika mata-mata saudaramu melotot Menahan pedih dan sakitnya kematian Saudaraku………………… Masihkah engkau kejar dunia Sementara saudaramu meninggalkannya Pergi ke alam kubur Tanpa harta dunia yang dikumpulkannya Saudaraku………………….. Kita tidak tahu Mungkin malam ini kubur kita sedang di gali Mungkin besok pagi kafan kita akan di potong Kita juga tidak tahu Mungkin ini malam terakhir bagi kita Mungkin ini makanan yang terakhir kita makan Saudaraku…………… Kematian bukanlah sebuah misteri Tapi...