Langsung ke konten utama

Postingan

Bila Sempit Hati

Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kepada kita hati yang lapang, yang jernih, karena ternyata berat sekali menghadapi hidup dengan hati yang sempit. Hati yang lapang dapat diibaratkan sebuah lapangan yang luas membentang, walaupun ada anjing, ada ular, ada kalajengking, dan ada aneka binatang buas lainnya, pastilah lapangan akan tetap luas. Aneka binatang buas yang ada malah makin nampak kecil dibandingkan dengan luasnya lapangan. Sebaliknya, hati yang sempit dapat diibaratkan ketika kita berada di sebuah kamar mandi yang sempit, baru berdua dengan tikus saja, pasti jadi masalah. Belum lagi jika dimasukkan anjing, singa, atau harimau yang sedang lapar, pastilah akan lebih bermasalah lagi. Entah mengapa kita sering terjebak dalam pikiran yang membuat hari-hari kita menjadi hari-hari yang tidak nyaman, yang membuat pikiran kita menjadi keruh, penuh rencana-rencana buruk. Waktu demi waktu yang dilalui sering kali diwarnai kondisi hati yang mendidih, bergolak, penuh ketidaksukaan, te...

catatan 13/11/2009 : Hanya ingin bercerita

Assalamu'alaikum sobatfillah... ehmm...nggak kerasa udah satu minggu menjalani masa KKL di PT. Dirgantara Indonesia. Selama itu pula aku jadi banyak belajar dan semakin sadar kalo selama ini aku belum bisa apa - apa. Baru ngerasa dech gimana dunia kerja sesungguhnya, pergi pagi pulang sore dengan kondisi yang payah banget, maklumlah belum biasa. tapi ya beginilah rutinitas yang akan kujalanai selama 2 setengah bulan ke depan. dan beginilah gambaran dunia kerja yang akan aku jalani nantinya, insya Allah. Jadi harus tetap SEMANGAT. walaupun capek tapi aku seneng koq disana, karyawannya ramah. Walaupun sibuk, mereka tetap aja sempat buat ngoreksi benar nggaknya apa yang kami kerjain. Yupz, buat para staff di tooling engeneering makasih ya atas bimbingannya, dan semoga tetap sabar membimbing kami selama lebih 2 bulan ke depan hehehee..... :) Masih di awal KKL, kami ditugasin buat belajar ngedesain jig untuk pengelasan (welding) tube, awalnya bingung banget sih dan sekarang masih mumet ...

Sang Pengembara Ilmu ( Tokoh Kita -1)

Seorang anak kecil tengah memungut pecahan tembikar, potongan kulit binatang, pelepah kurma dan tulang unta. Benda - benda yang nyaris tak bernilai itu kemudian dikumpulkan di dalam tempayan - tempayan milik ibunya. Untuk apa barang - barang yang hampir tidak bernilai itu? Tak lain adalah untuk menuliskan hadits - hadits rasulullah Saw. Ibunya tak memiliki cukup uang untuk membelikan alat - alat tulis yang lebih baik dari itu untuknya. akan tetapi, kemiskinan tak membuatnya berputus asa. Ia terus belajar bersama pecahan - pecahan tembikar dan tulang - tulang untanya. Perjuangan kerasnya itupun membuahkan hasil. saat berusia 7 tahun anak ini telah menghafal seluruh isi al Quran. Kemudian di usianya yang ke 12, ia telah melahap kitab Al-Muwaththa' karya imam malik, tak puas sekedar membacanya, ia juga menghapalkan setiap lembar, paragraf, kalimat bahkan tiap hurufnya. Dia adalah seorang pengembara ilmu. (Disadur dari buku 'Menggenggam Bara Islam' Abay Abu Hamzah) Siapa yang ...

Antara Batik dan Miyabi

Ganyang Malaysia! Itulah selogan yang marak kita dengar ketika beredar berita tentang perebutan laut ambalat antara Indonesia dan Negara tetangga Malaysia, atau bahkan ketika baru – baru ini beredar berita yang berkenaan tentang batik dan beberapa kebudayaan milik Indonesia lainnya yang di klaim oleh Malaysia sebagai milik Negara mereka. Sontak rakyat Indonesi angkat suara tidak terima dan merasa kecolongan oleh Negara tetangga. Selanjutnya berbagai upaya dilakukan agar bisa mempertahankan kebudayaan asli Indonesia sampai pada akhirnya batik pun bisa dipatenkan dan diakui dunia internasional sebagai kebudayaan asli Indonesia. Itu baru menyangkut soal batik, dan sekarang isu yang sedang hangat di Indonesia adalah tentang isu akan kedatangan miyabi yang menjadi icon porno jepang yang sengaja diundang ke Indonesia untuk bermain di sebuah film komedi. Tentu saja hal ini langsung menyulut pro dan kontra di masyarakat. Bagaimana tidak, Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai – nilai k...

Wahai Jiwaku

Jiwaku, engkau sudah menghabiskan sebagian besar langkah Dan sudah sedemikian jauh menempuh perjalanan menuju Allah. Karena itu, perjalanan tidak akan lama lagi berakhir Dan yang tersisa tinggallah kemudahan Jadi, bersabarlah engkau! Jiwaku, janganlah engkau sia – siakan amal shalihmu selama ini Bergadangnya engkau sepanjang malam dan selama berhari – hari Rasa lelahmu selama bertahun – tahun Janganlah engkau sia – siakan hanya dalam tempo sesaat Bersabarlah, karena sesungguhnya sabar itu sebentar Karena itu, bersabarlah Sebab cobaan itu laksana tamu Biasanya tamu tidak akan berlama – lama berada di rumah yang dikunjunginya Betapa indah pujian dan sanjungan kepada tuan rumah yang dermawan Wahai kaki yang bersabar, teruslah beramal Tidak lama lagi pekerjaan akan selesai (dikutip dari buku pesan2 menggugah, Dr. Najih Ibrahim) Kupersembahkan bagi jiwaku yang terkadang future Sadarlah wahai jiwaku yang ada dalam genggaman-Nya Langkahmu belum berakh...

Kebetulan atau Teguran?

"Dan jika kami hendak membinasakan suatu negri, maka kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukum kami), kemudian kami binasakan sama sekali negri itu" (Qs. Al-isra [17] :16) Sangat miris melihat kondisi saudara2 kita di sumatra barat yang saat ini sedang diuji oleh Allah dengan bencana alam berupa gempa. Dan kita pun harus sadar bahwa segala sesuatu itu datang nya dari Allah dan akan kembali padanya, dan semua itu bisa menimpa siapapun, kapanpin dan dimanapun ketika Allah berkehendak. Ayat diatas (Qs.16:17) mungkin bisa kita jadikan renungan tentang kaitannya dg gempa sumatra barat yang terjadinya bertepatan sktr pada pukul 17.16 WIB. Apakah kebetulan, atau memang Allah sedang menegur kita? dan pada kenyataanya, tak ada sesuatupun yang terjadi di bumi ini secara kebetulan, melainkan semua itu adalah skenario dari sutrada...